Analisis Perbedaan Tingkat Keterlibatan Karyawan Antara Patisipan dan Non Partisipan Control Self-Assessment (CSA): Studi pada PT Reasuransi Nasional Indonesia
Deddy Richard Samuel Jacobus, Dr. Tarsisius Hani Handoko, MBA.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenerapan enterprise risk managment (ERM) adalah isu strategik yang menjadi pembicaraan serius di antara pengurus dan pejabat perusahaan belakangan ini. Dalam kaitannya dengan hal itu, tim manajemen PT Reasuransi Nasional Indonesia bermaksud mengadopsi Enterprise Risk Management (ERM) berbasis COSO Enterprise Risk Management Integrated Framework (COSO 2004). Dengan rerangka ini perusahaan diharapkan meninggalkan paradigma dan pola lama dalam pengelolaan risiko yang bersifat silo atau parsial dan beralih ke paradigma baru di mana diharapkan seluruh karyawannya terlibat dalam proses manajemen risiko mulai dari partisipasi dalam pengambilan keputusan hingga kesediaan untuk kooperatif. Pada inti penerapan ERM adalah pengadopsian Control Self-Assessment (CSA) baik sebagai sebuah proses maupun sebagai metoda untuk melibatkan manajemen dan karyawan bersama-sama dalam upaya mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko. Pergeseran paradigma di atas sejalan dengan perkembangan dalam organizational change and development (OCD) di mana organisasi kontemporer semakin memberi perhatian pada keterlibatan karyawan (employee involvement/EI) atau manajemen partisipatif (participative management). Dengan demikian terdapat kemiripan dalam nature paradigma ERM dengan OCD dalam hal perlunya keterlibatan karyawan dalam upaya memperbaiki kinerja perusahaan ke depan. Dalam konteks ERM, CSA menjadi sarana yang direkomendasikan untuk mendorong tumbuhnya keterlibatan karyawan yang dimaksud. Pertanyaan pentingnya adalah dengan berpartisipasi dalam CSA akan meningkatkan keterlibatan karyawan (employee involvement/EI), khususnya dalam hal partisipasi dalam pengambilan keputusan (participation in decision making) dan kesediaan mereka untuk kooperatif (willingness to cooperate) terhadap atasan dan rekan kerja? Penelitian ini, dengan menggunakan metode eksperimental kuasi (quasi experimental) mencoba mengkaji kedua pertanyaan tersebut dengan melakukan studi empiris pada PT Reasuransi Nasional Indonesia.
The implementation of enterprise risk managment (ERM) has become one of strategic issues seriously discussed among the corporate boards and executives of contemporary modern companies. In that regards, the management of PT Reasuransi Nasional Indonesia intended to adopt the COSO Enterprise Risk Management Integrated Framework (COSO 2004). Within this framework, an entity is expected to make paradigm shift of managing risk, from that of silo or partial approach to a more integrative approach where all employees are involved in the process. The invovelment would consist of participation in the decision making process as well as the willingness to cooperate. At the core of this ERM implementation is the utilization of Control Self-Assessment (CSA) both as a process and a method to engage management and employees in identifying, analysing and mitigating risks. This paradigm shift is inline with the development in the field of organizational change and development (OCD) where contemporary organization is focusing itself more on employee involvement/EI or participative management. Hence, there seems to be resemblence between the ERM paradigm with the OCD, especially in the necessaty of having the employee involvement in the process of imrpoving organizational performances. In the context of ERM implementation, CSA emerges as one of recomended tools to leverage the employee involvement. The question is how far is the effect of CSA towards the employee involvement/EI, especially in the areas of participation in decision making and willingness to cooperate? This study, using quasi experimental method (through an empirical study at PT Reasuransi Nasional Indonesia) is trying to examine and answer the question.
Kata Kunci : Enterprise Risk Management, Control Self-Assessment, Keterlibatan karyawan