Laporkan Masalah

Risiko dan return: Analisis Pembentukan Portofolio Saham Berdasarkan Peringkat Diviasi Standar dan beta Periode 2006-2011

Chandra Ramdhani Rustam, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono M., MBA.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Prinsip dasar ilmu finansial menyatakan bahwa dalam pasar yang efisien investor akan mendapatkan return investasi yang lebih tinggi dari rata-rata dengan mengambil risiko yang lebih tinggi dari rata-rata. Akan tetapi Baker, et al. (2011) dalam penelitiannya terhadap saham-saham Amerika Serikat dalam periode 1968-2008 menemukan bahwa investasi jangka panjang dalam saham-saham berisiko rendah akan memberikan pengembalian yang relatif diatas rata-rata pasar. Penelitian ini akan melihat apakah pola return realisasian yang sama juga terjadi pada bursa saham Indonesia. Dengan menggunakan deviasi standar dan Beta sebagai paramater risiko saham, penelitian ini akan membandingkan return portofolio berisikan saham-saham berisiko tinggi (Portofolio Tinggi) dengan portofolio berisikan saham-saham berisiko rendah (Portofolio Rendah) di dalam Bursa Efek Indonesia selama periode 2006 – 2011. Sampel akan diambil dari saham-saham LQ-45 selama periode penelitian. Berdasarkan pengujian statistik disimpulkan bahwa Portofolio Tinggi memiliki ratarata return yang tidak berbeda secara signifikan dari Portofolio Rendah. Dan bahkan return Portofolio Rendah secara konsisten lebih baik dari Portofolio Tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa portofolio yang mengandung saham-saham berisiko tinggi tidak selalu menghasilkan return yang lebih baik dari portofolio saham yang mengandung saham-saham berisiko rendah.

The basic principle of financial science states that in an efficient market, investors will get a return of investment that is higher than the average by taking a risk that is higher than average. However, Baker, et al. (2011) in their research on U.S. stocks in the period 1968-2008 found that long-term investments in low-risk stocks will deliver returns above average relatively in the market. The study will look at whether the pattern for realized return is true for the Indonesian stock market. By using standard deviation and beta stocks as risk parameters, this study will compare the return portfolio containing high-risk stocks (High Portfolio) with a portfolio containing low-risk stocks (Portfolio Low) on the Indonesia Stock Exchange during the period from 2006 to 2011. Samples will be taken from stocks LQ-45 during the study period. Statistical tests concluded that the High portfolio has an average return that is not significantly different from Low Portfolio. And even the Low portfolio return performance is consistently better than High Portfolio. This indicates that a portfolio containing high-risk stocks do not necessarily produce a better return than a stock portfolio containing low-risk stocks.

Kata Kunci : Risiko, Return, Deviasi Standar, Beta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.