Analisis Dampak Transformasi terhadap Kinerja Direktorat Corporate Banking PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Arizky Irwansyah, Dr. Erni Ekawati, M.B.A.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenTransformasi perusahaan merupakan suatu keharusan bagi Bank Mandiri yang ingin tetap eksis dan memenangkan persaingan. Penyebabnya adalah bahwa dunia bisnis perbankan memiliki dinamika yang tinggi. Oleh karena dunia bisnis perbankan tidak statis, maka Bank Mandiri harus pandai menyikapi adanya perubahan dalam dunia bisnis perbankan. Memasuki tahun 2005, Bank Mandiri kembali dihadapkan pada berbagai permasalahan yang kompleks, diantaranya adalah tingginya kredit bermasalah yang mencapai 25,2% atau senilai Rp 26,9 triliun yang menyebabkan penurunan laba dari sebesar Rp5,26 triliun di tahun 2004 menjadi Rp 0,6 triliun. Tingginya tingkat NPL tersebut, mengakibatkan Bank Mandiri masuk dalam status Bank Dalam Pengawasan Intensif Bank Indonesia, sehingga membatasi ruang gerak Bank Mandiri dalam mengembangkan bisnisnya dan menurunkan kepercayaan stakeholder terhadap Bank Mandiri. Melihat perkembangan tersebut, maka pada pertengahan tahun 2005 stakeholders mengambil kebijakan untuk merubah susunan kepengurusan Bank Mandiri agar dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan kinerja Bank Mandiri seperti sebelumnya selain itu juga melakukan proses perubahan transformasi secara fundamental di seluruh aspek organisasi agar Bank Mandiri dapat keluar dari permasalahan yang dihadapi. SBU Corporate Banking sebagai salah satu bisnis unit yang bergerak pada segmen korporasi yang nasabahnya merupakan perusahaan –perusahaan besar skala nasional dan internasional diharapkan mempunyai kinerja yang sesuai dengan yang diharapkan dari proses transformasi ini. Untuk mengetahui kinerja tersebut sesuai yang diharapkan maka diperlukan evaluasi kinerja finacial Direktorat Corporate Banking selama dan sesudah proses transformasi PT Bank Mandiri (persero), Tbk melalui analisis kinerja yang membandingkan antara realisasi dengan target maupun menggunakan rasio-rasio keuangan dari komposisi asset & liabilities, komposisi produktivitas / efiseinsi, komponen laba rugi. Pada penelitian ini, akan melihat dampak secara keuangan selama dan setelah proses transformasi PT Bank Mandiri (persero), Tbk terhadap kinerja keuangan Direktorat Corporate Banking tahun 2006-201. Kemudian penelitian ini juga menganalisis dengan menggunakan Analisis SWOT untuk mengidetifikasi faktor-faktor kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dengan kondisi external (lingkungan) yang menggambarkan kecocokan atau keseimbangan yang paling baik untuk menentukan langkah selanjutnya.
Transformation of the company is a must for Bank Mandiri who wants to continue to exist and win the competition. The cause is that the banking business has high dynamics. Therefore the banking business world is not static, then the Bank Mandiri to be good at addressing the changes in the business world of banking. Entering the year 2005, the bank re-exposed to a variety of complex issues, such as high non-performing loans reached 25.2% or Rp 26.9 trillion, which causes a decrease in profit of Rp 5, 26 trillion in 2004 to Rp 0.6 trillion. The high level of NPLs, the resulting entry in the status of Bank Mandiri Bank in the Intensive Supervision of Bank Indonesia, thus limiting the space for Bank Mandiri in developing its business and reduce stakeholder confidence to Bank Mandiri. Looking at these developments, then in mid-2005 stakeholders took measures to change the composition of the management of Bank Mandiri to immediately take the necessary steps to restore the performance of Bank Mandiri as before but it is also fundamentally transforming the process of change in all aspects of the organization that Bank Mandiri can get out of the problems faced. SBU Corporate Banking as one business unit which operates in the corporate segment of customers are large companies of national and international scale are expected to have performance as expected from this transformation process. To find out the performance as expected it is necessary to evaluate the performance of the Financial Directorate of Corporate Banking during and after the process of transformation of PT Bank Mandiri (Persero), Inc. through an analysis that compares the performance between the realization of the targets and the use of financial ratios of the composition of assets and liabilities, the composition productivity / efficiency, a component of income. In this study, should see a financial impact during and after the transformation of PT Bank Mandiri (Persero) Tbk financial performance of the Directorate of Corporate Banking 2006-201. Later studies also analyzed using SWOT Analysis to identification factors the company's internal strengths and weaknesses with external conditions (environment) which describes the suitability or the best balance to determine next steps.
Kata Kunci : transformasi, kinerja keuangan, Analisis SWOT