Tingkat Pengadopsian Sistem Pembayaran M-Wallet dengan Menggunakan Technology Acceptance Model
Aristo Labare Risani Bachtiar, Bayu Sutikno, SE., M.S.M., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenSistem pembayaran cash-less ini tidak pernah berhenti berinovasi. Inovasi yang dilakukan oleh para pengampu sistem pembayaran semakin banyak. Pada tahun 2012, terdapat rencana yang cukup mengejutkan dengan mengkombinasikan sistem e-money dengan hardware telekomunikasi, maka terwujudlah apa yang dinamakan “M-Wallet†dengan menggunakan metode NFC (Near Field Communication). M-Wallet sudah biasa digunakan di beberapa negara di barat dan juga Jepang, pertanyaannya apakah ini bisa diterapkan di Indonesia yang memiliki budaya yang cukup berbeda. Untuk melihat tingkat pengadopsian yang bisa diserap oleh masyarakat Indonesia, penulis menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis (1986). Jumlah sampel yang diambil sebanyak 200 orang yang memiliki kartu debit atau kartu kredit. Dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi, dapat disimpulkan bahwa sistem M-Wallet tidak dipandang sebagai sistem yang mudah, namun masih memiliki ruang untuk mengambil hati masyarakat Indonesia melalui persepsi kemudahan penggunaan atau user-friendly. Ini dikarenakan, masyarakat sadar akan tingkat keterbantuan dari sistem ini dan bisa berujung pada pengaplikasiannya tapi bergantung penuh dari seberapa mampu para penyedia jasa ini mensosialisasikan kemudahan dalam proses M-Wallet.
Cash-less payment system never stops to innovate. There are more and more innovation coming from many vendors. In 2012, there is a very interesting plan to combine e-money system with telecommunication hardware which produce a new system called M-Wallet using the NFC (Near Field Communication) method. The system has been applied in some western countries and Japan, but the question will be whether it can be used here in Indonesia. To see the adoption level of Indonesian community on this new system, the writer used Technology Acceptance Model (TAM), which was generated by Davis (1986). Two hundred people were sampled, they should have used debit card or credit card. Using correlation and regretion, it can be concluded that people still see the system is not easy but there are some room for taking their intention with the user friendly perception, since people already know the useful of this system and can be taken to the application. But, again it depends on the provider when they try to communicate the easiness on M-Wallet process.
Kata Kunci : M-Wallet, Technology Acceptance Model (TAM), Cash-less