Laporkan Masalah

OPTIMALISASI CAHAYA SIANG HARI DI RUANG RAWAT INAP DI .D.I. YOGYAKARTA

Utdin Furqon Amali, Ir. Jatmika Adi Suryabrata, MSc, Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Dalam upaya mendukung isu penghematan energi, maka perlu penghematan pemanfaatan energi bahan bakar fosil. Negara kita berada di garis katulistiwa yang selalu mendapatkan cahaya siang hari setiap hari sepanjang tahunnya. Ketersediaan cahaya siang hari di alam ini tidak terbatas. Pemanfaatkan energi cahaya siang hari sebagai sumber penerangan, maka akan dapat menghemat penggunaan bahan bakar fosil yang akan diolah untuk menghasilkan energi pencahayaan buatan. Untuk itu perlu tindakan optimalisasi cahaya siang hari sebagai penerangan alami di ruang rawat inap. Ruang rawat inap dikatakan optimal memanfaatkan cahaya siang hari sebagai pencahayaan di ruangan jika memiliki pencahayaan yang disukai pasien, memiliki penampilan pencahayaan yang menarik perhatian penghuni, memiliki pencahayaan yang paling tinggi tingkat distribusi pencahayaanya atau yang paling merata, dan tidak membutuhkan pencahayaan buatan di siang hari. Dari faktor-faktor pencahayaan di siang hari, faktor sun shading yang paling menentukan dalam distribusi cahaya siang hari ke dalam ruangan. Sun shading menjadi faktor yang paling menentukan karena tidak hanya menghalau cahaya siang hari langsung yang dapat mengakibatkan silau juga dapat merefleksikan cahaya ke dalan ruangan. Kemampuan merefleksikan ini dapat mengarahkan cahaya ke tempat yang gelap, ke bidang kerja ataupun ke tempat lain yang diinginkan. Sehingga ruang dapat memiliki pencahayaan yang merata, yang lebih menarik dan disukai pasien.

In the effort to support the thrift energy issue, hence require to existence of the thrift available of exploiting fossil fuel energy. Our state resides in the equator, which always get daylight every day as long as years. Availability of the daylight in the world is not limited. Exploiting daylight energy as source lighting in the day therefore will be able to economized usage of fossil fuel to process to yield illumination energy. For that require to optimize daylight as lighting natural in wards. Wards have exploit optimum the daylight as the illumination if patient prefer wards illumination, have the illumination appearance which can attention dweller, have highest level of distribution illumination or uniformity illumination, and don't required electric illumination and only use daylight as illumination at the day. The assorted factors of which influence of the illumination at the day, sun shading factor is the most factor which determine in distribute the daylight into room. Sun shading become most factor determine because sun hading not only chase direct daylight able to resulted glare also can reflected light from exterior to interior. Ability reflects this will be able to instructed illumination to the place which dark, to area activity and to the other place which wish. So that space can have uniformity illumination, which more interesting and take a fancy to the patient.

Kata Kunci : optimalisasi, cahaya siang hari, ruang rawat inap


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.