Laporkan Masalah

ANALISIS BIAYA JAMKESMAS DAN ASKES PADA PASIENSTROKE NON HEMORAGIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SLEMAN

Manna, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang:Penyakit stroke non hemoragik merupakan penyebab banyak kematian dan perawatannya memerlukan perawatan jangka panjang sehingga mengakibatkan biaya yang sangat mahal. Dari pembiayaan yang dilakukan oleh jaminan kesehatan baik dengan sistem prospektif (Jamkesmas) maupun sistem retrospektif (Askes), kendali biaya dan mutu adalah hal yang sangat penting dalam menjaga sustainabilitas program, namun pada kenyataannya masih ada biaya yang ditanggung oleh pasien maupun rumah sakit di luar dari cakupan program jaminan Tujuan:Mengidentifikasi beban biaya yang harus ditanggung pasien dan rumah sakit untuk pelayanan rawat inap stroke non hemoragik pasien Jamkesmas dan Askesdi RSUD Sleman dengan tujuan khusus mengukur rata-rata biaya pelayanan,hubunganfaktor pasien, faktor pelayanan, dan faktor obat terhadap selisih biaya dan biaya total, proporsi komponen pembiayaan yang ditanggung dan tidak ditanggung Jamkesmas dan Askes dan membandingkan perbedaan biaya berdasarkan tarif INA-CBGs dalam program Jamkesmas dengan biaya berdasarkan tarif rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan rancangan crossectional, data diambil secara retrospektif dengan diagnosis utama stroke non hemoragik rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi mulai pasien dirawat sampai keluar dari rumah sakit selama periode Januari 2011 hingga Mei 2012. Data dianalisis menggunakan metode analisis univariat, korelasi bivariat dan multivariat. Hasil dan Pembahasan: Rata-rata biaya pelayanan rawat inap stroke non hemoragik pasien Jamkesmas Rp.3.541.021,- + 2.609.488 (faktor berpengaruh LOS dan jenis kelamin ) dan pada pasien Askes Rp.4.678.509,- + 3.257.816 (faktor berpengaruh obat non DPHO dan komorbid). Rata-rata selisih biaya pasien Askes adalah Rp.1.851.536,- + 1.968.757,- (faktor yangberpengaruh obat Non DPHO, LOSdan kelas perawatan) dan pasien Jamkesmas Rp.405.976,-+2.303.903(faktor berpengaruh LOSdan jenis kelamin). Persentasi Komponen biaya yang paling besar pada pasien Askes adalah obat (47%) dan akomodasi (44%) dan pada pasien Jamkesmas adalah obat (52%) dan akomodasi (36%). Komponen selisih biaya yang paling besar pada pasien Askes adalah obat (87%). Perbedaan biaya tarif rumah sakit lebih besar dari INA-CBGs masing-masing Rp.3.541.021 + 2.609.488 dan Rp.3.135.045,- + 727.710,- Kesimpulan dan Saran: Proporsi biaya yang ditanggung jaminan dengan yang ditanggung pasien/rumah sakit adalah 87:13 pada pasien Jamkesmas, 55:45 pada pasien Askes periode Januari 2011-Mei 2011 dan 59:41 pada pasien Askes periode Juni 2011-Mei 2012. Proporsi beban biaya pelayanan rawat inap stroke non hemoragik yang ditanggung pasien Askes di luar program lebih besar daripada proporsi beban biaya yang ditanggung rumah sakit pada program Jamkesmas.

Background Non-hemorrhagic stroke is a cause of many deaths and the treatment requires long-term care, resulting in a very high cost. Funding by health insurance either with prospective system (Jamkesmas) and the retrospective system (Askes), control costs and quality are very important in maintaining the sustainability program, but in reality there are cost sharing by patients and hospitals outside of the scope of insurance programs. Objective Toidentify the difference in the cost that must be shared to the patient and the hospital for inpatient non-hemorrhagic stroke of the Jamkesmas and Askes patients in Sleman hospital specificallyto measurethe averagecost, relations of patientfactor, service factor, anddrugfactorto thecost sharingand thetotalcost, the proportion offinancingcomponentscoveredandnot coveredandcompare the cost basedratesINA-CBGsandcostsbased hospital prices Method This study used observational methods crosectional descriptive design, data retrieved retrospectively with a primary diagnosis of non-hemorrhagic stroke hospitalizations that eligible criteria from patients admitted to the hospital for discharge during the period January 2011 to May. Data were analyzed using univariate, bivariate correlation, multivariate. Result The average cost of inpatient care non-hemorrhagic stroke Jamkesmas patients is Rp.3.541.021,- + 2.609.488 (influential factoris theLOSand sex) and in Askes patients is Rp.4.678.509,- + 3.257.816 (influential factors is Non DPHO and comorbidities).The average cost sharing in Askes patients is Rp.1.851.536,- + 1.968.757,- (influential factor is non DPHO, LOS andclass ward) and Jamkesmas is Rp.405.976 +2.303.903,- (influentialfactorsis LOS and sex). Percentage greatest cost component in Askes patients is drugs (47%) and accomodation (44%) and in Jamkesmas is the drug (52%) and accommodation (36%). Components of the cost sharing in Askes patients is the drug (87%). The difference in the cost of hospital rates greater than INA-CBGs respectively Rp.3.541.021 + 2.609.488 and Rp.3.135.045,- + 727.710,- ConclusionThe proportion of costs by the insurance covered and shared by patient/hospital is 87:13 for Jamkesmas patient, 55:45 for Askes patients the period January 2011-May 2011 , and 59:41 for the Askes patients the period June 2011-May 2012. The proportion ofcost sharingofinpatient carenon-hemorrhagic stroke by Askes patients outside the program is greater thanthe proportion ofcosts sharing by the hospital on Jamkesmas program.

Kata Kunci : Selisih biaya; Biaya Askes; Biaya Jamkesmas; Stroke non hemoragik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.