Laporkan Masalah

ANALISIS SPASIAL FAKTOR RESIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA KENDARI TAHUN 2012

MUHAMMAD AGUSMAN SORUMBA, SKM, Dra. Susi Iravati, Apt., Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Tuberkulosis atau TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. Pada tahun 1995, ada 9 juta pasien TB baru dan 3 juta kematian akibat TB diseluruh dunia dan banyak terjadi di negara-negara berkembang. Di Indonesia sendiri mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Periode 2010-2014 dengan sasaran lebih spesifik yaitu menurunkan prevalensi TB dari 235 per 100.000 penduduk menjadi 224 per 100.000 penduduk. Data Penemuan Kasus atau Case Detection Rate (CDR) kota kendari tiga tahun berturut-turut tahun 2009 sebesar 50.74%, tahun 2010 81,71% dan tahun 2011 sebesar 53,38%. Kemungkinan bertambahnya jumlah kasus baru setiap tahun makin meningkat dan belum diketahui secara pasti pola spasial tentang faktor resiko kejadian TB paru BTA (+) Tujuan: Menganalisis secara spasial distribusi penderita kasus TB paru BTA (+) dan mengetahui hubungan faktor resiko kependudukan, lingkungan dan perilaku terhadap kejadian TB paru BTA (+) Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional, dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 122 responden yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dan terekam memanfaatkan poli atau pelayanan TB. Alat penelitian dengan kuesioner terstruktur dan GPS. Data diolah dengan menggunakan software spasial, analisis The Moran Scatter Plot dan Nearest Neighbor Analysis yang melihat sebaran terkait variabel penelitian menurut pola kewilayahan. Hasil : Variabel yang mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian tuberculosis menurut pola kewilayahan yaitu status kemiskinan, status gizi, kepadatan penduduk, ventilasi, dan pencahayaan. Terdapat clustering penderita TB paru BTA (+) di kota Kendari. Kesimpulan : Ada hubungan variabel kepadatan status kemiskinan, Status gizi, kepadatan hunian, ventilasi, pencahayaan dan prilaku. dengan kejadian TB paru BTA positif.

Background: Tuberculosis or TB is still a public health problem of global challenges. In 1995, there were 9 million new TB patients and 3 million deaths from TB worldwide, and many occur in developing countries. Current conditions for infectious disease morbidity TB set 225/100.000 the number of TB cases. Data Discovery Case or Case Detection Rate (CDR) kendari city three years in a row in 2009 amounted to 50.74%, 81.71% in 2010 and amounted to 53.38% in 2011. The possibility of increasing the number of new cases is increasing every year and it is not certain that the strongest risk factor as a cause of pulmonary TB smear (+) Objective: To analyze the spatial distribution of patients with pulmonary tuberculosis smear (+) and determine the relationship of risk factors of population, environment and behavior on the incidence of pulmonary TB smear (+) Methods: The study was an observational analytic study, with cross sectional design. The number of samples of 122 respondents who comes to health care facilities and recorded utilizing poly or TB services. Research tool with structured questionnaires and GPS. The data were processed using software spatial analysis, The Moran Scatter Plot and Nearest Neighbor Hierarchical Clustering who see the distribution of relevant variables according to study regional patterns. Results: The variables that have a significant relationship with the incidence of tuberculosis in the regional pattern of poverty status, nutritional status, population density, ventilation, and lighting. There is a clustering of pulmonary TB smear (+) in Kendari city. Conclusion: There is a relationship variable density poverty status, nutritional status, housing density, ventilation, lighting and behavior. the incidence of smear-positive pulmonary TB.

Kata Kunci : tuberculosis, faktor lingkungan dan kependudukan, spasial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.