EFEKTIFITAS KOMITE AUDIT DAN TERJADINYA FRAUD
CHRISTINE NOVITA DEWI, Prof. Dr. Gudono, MBA
2013 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi TerapanTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris Pengaruh Efektifitas Komite Audit terhadap terjadinya Fraud di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Design/Metodologi/Pendekatan – Menggunakan Structural Equation Modeling dan diselesaikan dengan software Partial Lease Square (PLS), analisis dilakukan terhadap seluruh BUMN di Indonesia yang sampelnya diambil dengan metode purposive sampling selama periode tahun 2007 – 2010, menghasilkan 31 BUMN yang memenuhi kriteria atau hanya 22% dari 141 BUMN yang beroperasi di Indonesia. Temuan – Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas komite audit berpengaruh negatif terhadap terjadinya indikasi fraud. Semakin efektif komite audit yang operasionalisasikan dengan expertise, ukuran dan keaktifan komite audit dalam menjalankan peran dan tugasnya maka semakin turun indikasi terjadinya fraud. Dalam penelitian ini, expertise ditunjukkan dengan level pendidikan, asal perguruan tinggi dalam atau luar negeri dan komposisi latar belakang pendidikan komite audit, namun demikian hasil pengujian alogaritma pertama menunjukkan bahwa hanya komposisi latar belakang pendidikan saja yang memiliki skor loading diatas 0,5, sehingga level pendidikan dan asal perguruan tinggi harus dikeluarkan dari model pengujian. Hasil iterasi pengujian tahap selanjutnya menghasilkan ukuran komite audit memiliki skor loading tertinggi dibandingkan dengan dua indikator lainnya yaitu sebesar 0,7910 diikuti berturut-turut oleh keaktifan sebesar 0,7287 dan komposisi latar belakang pendidikan komite audit sebesar 0,6917 atau dengan kata lain meskipun perbedaannya tidak terlalu signifikan diantara ketiga indikator tersebut namun ukuran komite audit mempunyai peranan yang paling tinggi dalam menentukan efektifitas komite audit disusul dengan keaktifan dan komposisi latar belakang pendidikan komite audit. Implikasi – Penelitian efektifitas komite audit terhadap terjadinya fraud ini dilakukan hanya terhadap BUMN, sehingga masih terbuka kesempatan untuk dilakukan penelitian yang sama pada perusahaan diluar BUMN. Hasil dari penelitian ini memperkuat alasan mengapa para pembuat kebijakan perlu mengarusutamakan pembentukan komite audit yang efektif sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam rangka menurunkan risiko terjadinya fraud. Keaslian/Nilai – Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang pertama kali dilakukan di Indonesia, yang hasilnya diharapkan memberikan kontribusi yang penting terhadap penerapan tata kelola yang baik dalam organisasi, selain itu juga mempunyai implikasi yang penting bagi para pembuat kebijakan, profesi akuntan, pengambil keputusan dan praktisi bisnis.
Purpose – The purpose of this study is to examine empirically influence the audit committee effectiveness to the fraud occurrence within state-owned enterprises/BUMN (BUMN). Design/methodology/approach – Using Structural Equation Modeling which performed with Partial Lease Square (PLS) software, research has been done upon 31 of 141 BUMN’s which actively operated in Indonesia for the period of 2007 – 2010 or about 22 percent from existing BUMN. Samples were selected with purposive sampling method. Findings – The findings indicates that audit committee effectiveness is negatively associated with the fraud indication within BUMN. The more effective audit committee which is described by expertise, size and activeness audit committee in carrying out the role and duties, the less indication of fraud exists. In this research, expertise is represented by education level, origin university, and educational background composition of audit committee. At the first stage alogaritma testing indicates that only composition of educational background has loading score more than 0.5, so educational level and university have to be taken out from the research model. Bootstrapping test results that size of audit committee has highest loading score was 0.7910 while activeness and educational background composition has 0.7287 and 0.6917 respectively. It was intepretated that size of audit committee was on the first rank to achive audit committee effectiveness, followed by activeness and educational background. Practical Implication – Research on audit committee effectiveness and fraud occurrence has been conducted only in BUMN, while in private company hasn’t yet. It makes there is wide open opportunity to conduct similar research in private sector. Findings in this study is strengthening argument that the policy maker should concern and take a significant action on mainstreaming audit committee in order to reduce fraud occurrence. Originality/value – This research is the first empirical research conducted in Indonesia, which the result is expected being an important input on the implementation of good corporate governance and audit literature.
Kata Kunci : Efektifitas Komite Audit, Fraud, Badan Usaha Milik Negara