FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCARIAN PENGOBATAN PNEUMONIA BALITA DI KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH
Taufan Nugroho, Prof. dr. Mohammad Hakimi, SpOG(K), Ph.D
2013 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIALatar Belakang: Pneumonia masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian pada balita. Untuk melakukan pencegahan tersebut, pemerintah melakukan upaya pencegahan pneumonia. Banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan insidensi pneumonia pada balita. Dalam upaya pencegahan, masalahnya banyak ditentukan oleh banyak faktor antara lain pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan, dan perilaku ibu. Di Kabupaten Purworejo, angka kejadian pneumonia masih tinggi yaitu sekitar 13,1% pada tahun 2008 dan 12,01% pada tahun 2009 dari jumlah pneumonia balita sebesar 4.773 orang. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pencarian pengobatan balita pneumonia ke fasilitas kesehatan di Kabupaten Purworejo. Metode: Jenis penelitian ini observasional menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode yang digunakan adalah consecutive sampling. Subjek penelitian yaitu ibu memiliki balita pneumonia dengan jumlah sampel sebanyak 136 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univaribel dengan statistik deskriptif, analisis bivariabel dengan chi square, dan analisis multivariabel dengan uji regresi logistik. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku ibu terhadap pencarian pengobatan (RP = 1,10; 95% CI = 0,87-1,40). Tidak terdapat hubungan antara jarak dengan perilaku ibu terhadap pencarian pengobatan (RP = 1,04; 95% CI = 0,81-1,34). Tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku ibu terhadap pencarian pengobatan (RP = 1,16; 95% CI = 0,81- 1,34). Terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku ibu terhadap pencarian pengobatan (RP = 1,82; 95% CI = 1,31-2,53). Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara sikap terhadap perilaku ibu dalam pencarian pengobatan balita pneumonia di Kabupaten Purworejo.
Background: Pneumonia still poses as one of public health problems in Indonesia and one of the causes of under-five death. The government has made efforts to prevent pneumonia; however, many risk factors may increase the incidence of pneumonia in under-five children. The preventive efforts have largely been determined by factors such as knowledge, attitude, family support, family access to health care, and maternal behavior. In Purworejo, the incidence of pneumonia was higher at around 13.1% in 2008 and 12.01% in 2009 of the total 4,773 underfive children with pneumonia. Objective: To determine the factors associated with maternal behavior in the healthcare-seeking for under-five children with pneumonia to health facilities in Purworejo District. Methods: This study was observational using a cross-sectional design with quantitative and qualitative approaches. The method used was a consecutive sampling. The subject was mothers of under-five with pneumonia totaling to 136 people. Analysis of the data used was univariable analysis with descriptive statistics, bivariable analysis with chi-square and multivariable analysis with logistic regression. Results: There was no relationship of maternal knowledge to maternal behavior in the healthcare-seeking (PR = 1.10; 95% CI = 0.87 to 1.40). There was no relationship of the distance to maternal behavior in the healthcare-seeking (PR = 1.04; 95% CI = 0.81 to 1.34). There was no relationship of family support to maternal behavior in the healthcare-seeking (PR = 1.16; 95% CI = 0.81 to 1.34). There was a relationship of attitude to maternal behavior in the healthcare-seeking (PR = 1.82; 95% CI = 1.31 to 2.53). Conclusion: There was a significant relationship of attitude to maternal behavior in the healthcare-seeking for under-five children with pneumonia in Purworejo.
Kata Kunci : Pencarian pengobatan, pneumonia, balita