PHENOMENA KEHIDUPAN SPIRITUAL LANSIA PENDERITA PENYAKIT KRONIK
Ramaiani Santi Raya Damanik, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 PsikologiKehidupan Spiritual tidak dapat terpisahkan dari kegiatan sehari-hari setiap individu khususnya bagi kaum lansia, dimana perkembangan spiritual yang matang akan membantu lansia penderita penyakit kronik untuk menghadapi kenyataan, berperan atif dalam kehidupan dan dapat merumuskan arti dan tujuan keberadaannya di dunia. Akan tetapi hal tersebut merupakan masa-masa sulit bagi kaum lansia penderita penyakit kronik yang berada dalam kondisi fisik yang lemah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis subjek dengan cara memahami faktor motivasional individu dari kondisi penyakit kronik dalam melaksanakan kehidupan spiritual, ketidakberdayaan kondisi fisik dari penyakit yang diderita sebagai kejadian menekan yang harus dihadapi, strategi pengatasan masalah dan problem psikologis kehidupan spiritual lansia yang tinggal di Panti dan yang tidak tinggal di Panti. Subjek penelitian ini adalah Lansia pria atau wanita penderita penyakit kronik, usia tidak dibatasi, berdomisili di Panti dan masih tinggal bersama keluarga. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian sebanyak 4 orang penderita penyakit kronik serta 3 orang informan. Metode analisis mengacu pada Moustakas (1994) yaitu: deskripsi pemahaman fenomenologi dan eliminasi, pengelompokkan tema dan deskripsi individu terhadap fenomena. Hasil temuan penelitian ini adalah: a) Keputusan terlibat membuat lansia menghadapi dampak langsung dan dampak tidak langsung dari kehidupan spiritual yang dijalani setiap harinya. b) Faktor yang mendorong terpenuhnya kebutuhan spiritual merupakan upaya seorang lansia untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam dirinya, yaitu kebutuhan untuk bertahan, mendapatkan kasih sayang, cinta dan dukungan. c) Dampak psikologis yang ditemukan: kecemasan (ketakutan), depresi ringan, stress, ketidak konsisten dalam menjalani nilai-nilai spiritual, sikap tawar menawar dan pengingkaran.
Spiritual life cannot be separated from the daily activities of every individual, especially for the elderly, where a mature spiritual development will help elderly people with chronic diseases to face the reality, play a role in the life and atif can formulate the meaning and purpose of his existence in the world. But it was a tough time for the elderly people with chronic illnesses who are in a weak physical condition. This research aims to understand the psychological dynamics of the subject by way of understanding the motivational factors of chronic illness conditions individuals in the exercise of spiritual life, the physical condition of the helplessness of the illnesses suffered as Genesis press that must be faced, pengatasan problems and strategies of the psychological problems of the elderly who live a spiritual life in nursing and who do not live in nursing. The subject of this research is the Elderly man or woman, Chronicle disease sufferers are not limited by age, domiciled in nursing and still living with the family. This research is qualitative research phenomenological approach. The subject of research as much as chronic disease sufferers 4 people and 3 the informer. Methods of analysis refers to Moustakas (1994): understanding phenomenology description and elimination, classification and description of the individual themes of the phenomenon. Findings of this research are: a) the decision involved make the elderly face the impact of the direct and indirect impact of the spiritual life that is lived everyday. b) factors that encourage the spiritual needs of his fullest potential is an attempt to meet the needs of a basic elderly himself, namely the need to survive, get the compassion, love and support. c) psychological impact found: anxiety (fear), mild depression, stress, and consistent in living the spiritual values, attitudes and the bargaining challenge.
Kata Kunci : Spiritual, Dinamika Psikologis, Penyakit Kronik.