Laporkan Masalah

PERILAKU ORGANISASI DALAM PENINGKATAN KUALITAS KERJA BIROKRASI (Suatu Studi pada Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah dan Direktorat Pengembangan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri)

NUR WAHYUNI,DRA., Prof. Dr. Warsito Utomo

2013 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penelitian ini untuk mengkaji Perilaku Organisasi dalam Peningkatan Kualitas Kerja Birokrasi pada Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah dan Direktorat Pengembangan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementrian Dalam Negeri. Fokus penelitian diarahkan pada upaya untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang sejauh mana perilaku organisasi dalam peningkatan kualitas kerja birokrasi yang efektifpada direktorat urusan pemerintahan daerah dan direktorat pengembangan kapasitas dan evaluasi kinerja daerah, direktorat jenderal otonomi daerah kementrian dalam negeri. Melalui pendekatan kualitatif, sebagai instrument mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menginterpretasikan serta memverifikasi setiap data dan informasi. Observasi parsitipatoris dilakukan terhadap setting latar peristiwa yaitu mengamati perilaku organisasi dari aspek sumber daya manusia, kontigensi, produktivitas, system motivasi, kepemimpinan. Selain itu pengamatan terhadap peningkatan kerja birokrasi dilihat dari aspek berwujud, keandalan, daya tangkap, jaminan. Objek penelitian yaitu direktorat urusan pemerintahan daerah dan direktorat pengembangan kapasitas dan evaluasi kinerja daerah , direktorat jenderal otonomi daerah, kementrian dalam negeri. Penelitian ini mengkaji perilaku organisasi dalam meningkatkan kinerja birokrasi dengan melihat dari rencana strategis yang ditetapkan oleh direktorat jenderal otonomi daerah dengan capaian target yang telah ditetapkan di dalam renstra tersebut. Data dan informasi yang diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam kepada informan diperkaya, dilengkapi dengan dokumentasi. Kemudian validitas, reliabilitas data dan informasi itu diklarifikasi, dideskripsi, dieksplanasi dan diverifikasi dengan teori-teori ilmu social dan ilmu pmerintahan serta pengetahuan peneliti untuk merumuskan jawaban terhadap pertanyaan penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku organisasi belum berhasil dalam meningkatkan kualitas kerja birokrasi dengan masih belum tercapainya target yang ditetapkan didalam renstra ditjen otonomi daerah. Belum berhasilnya peningkatan kualitas kerja dipengaruhi juga adanya SDM yang masih rendah, ketidaksinkronan antara tupoksi pada direktorat yang menangani SPM sebagai bagian urusan pemerintahan dan direktorat yang menangani pelaporan sebagai bagian dari evaluasi, yang digambarkan didalam kesenjangan pada dimensi kontigensi. Pada dimensi system belum terdapatnya funishment dan reward dalam pencapaian kinerja yang dihasilkan. Walaupun dari dimensi motivasi dan kepemimpinan dipandang cukup baik

The main purpose of this research is to study Organisational Behavior in order to Improve the Bureaucracy Working Quality in Regional Obligatory/Optional Function Directorate and Capacity Building and Regional Autonomy EvaluationDirectorate of Regional Autonomy Directorate General of Ministry of Home Affairs. This research focus on how to answer research question about how far did the Organisational Behavior Improves the Bureaucracy Working Quality Effectiveness in Regional Obligatory/Optional Function Directorate and Capacity Building and Regional Autonomy Evaluation Directorate of Regional Autonomy Directorate Jenderal of Ministry of Home Affairs. Through a qualitative approach is an instrument to gather, process, analysis, interpretation and to verify each data and information. Participatory observation is conducted on real time events, such as: observing the organizational behavior from the human resources aspect, contingency, productivity, motivational system and leadership. In addition, observation can be implemented towards reliability and logical abality. The research object is “Regional Obligatory/Optional Function Directorate and Capacity Building and Regional Autonomy Evaluation Directorate of Regional Autonomy Directorate Jenderal of Ministry of Home Affairs”. This research studied on Organisational Behavior to improve its performance by studying the Regional Autonomy Directorate General Strategic Planning Performance Targets. The data and information gathered from observation and in--‐depth interviews on informant are enriched and fitted in a documentation. Then, the data and information validity and reliability are clarified, described and verified with social science and government science theory to justify the researcher answers on the research question. The result showed that the Organisational Behavioral has not yet succeeded in improving the Bureaucracy quality of work and there for failed to meet the Strategic Planning performance targets. The Target was not achieved because of the quality of human resources is still low, unsynchronized job description between Minimum Service Standard as a part of Regional Obligatory/Optional Function Directorate and Reporting as a part of Capacity Building and Regional Autonomy Evaluation Directorate which described in contingency dimension. In system dimension, there’s no punishment and reward system as a performance consequences, Although on the dimensions of motivation and leadership is considered quite good.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.