Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BEBAS EMPAT MASALAH KESEHATAN (DB4MK)BIDANG GIZI DI KABUPATEN BANTUL

Siti Roikhana Munawaroh, Dra. Retna Siwi Padmawati, MA

2013 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMPK

LatarBelakang : Menurut WHO lebihdari 50% kematian bayi dan anak terkait dengan gizi kurang dan gizi buruk. Akibat kekurangan gizi pada anak akan menyebabkan beberapa efek serius seperti kegagalan pertumbuhan fisik serta tidak optimalnya perkembangan dan kecerdasan. Akibat lainnya adalah terjadinya penurunan produktifitas, menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit yang akan meningkatkan risiko kesakitan dan kematian. Pemerintah Kabupaten Bantul melakukan inovasi program Desa Bebas 4 Masalah Kesehatan (DB4MK) yaitu bebas dari kematian ibu, kematian bayi, penderita Demam Berdarah Dengue dan gizi buruk.Masalah gizi buruk bertujuan untuk mempercepat penurunan jumlah balita gizi buruk. Dibutuhkan peran aktif stakeholder dalam kegiatan tersebut. TujuanPenelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi upaya mengatasi masalah gizi buruk melalui program Desa Bebas 4 Masalah Kesehatan (DB4MK) bidang gizi, peran stakeholder, peran tokoh masyarakat dan peran keluarga yang mempunyai balita gizi buruk. MetodePenelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan adalah stakeholder, petugas kesehatan, tokoh masyarakat dan keluarga yang mempunyai balita gizi buruk berjumlah 47 orang. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah, data sekunder berupa pencatatan dan pelaporan tentang gizi yang ada di Dinas Kesehatan maupun Puskesmas. Hasil : DB4MK bidang gizi bisa menurunkan prevalensi gizi buruk di Kabupaten Bantul. Peran pemerintah kabupaten dalam monitoring, menjadi bapak/ibu asuh kecamatan dan memberi penghargaan, peran kecamatan, puskesmas dan desa dalam menggerakkan masyarakat dan monitoring. Peran masyarakat dengan memberikan perhatian, dana dan menjadi orang tua asuh, dan peran keluarga yang memperhatikan anaknya. Swasta, LSM dan organisasi keagamaan yang berperan dalam sosialisasi dan bantuan dana untuk makanan tambahan pemulihan gizi buruk. Kesimpulan : Pemerintah dalam mengatasi gizi buruk mengadakan kemitraan dengan swasta, LSM, organisasi keagamaan dan untuk keberlangsungan kegiatan ini pemerintah diharapkan tetap memberikan penghargaan walaupun tidak dalam bentuk uang dan secara periodic melakukan tilik warga pada balita gizi buruk.

Background: According to WHO’s data, more than 50% of infants and children mortality related to the lack of nutrient and malnutrition. Because of that, the nutritional problems need to be handled quickly and accurately. The incidences of malnutrition have threatened the quality of young generation in Indonesia in the future. The paradigm of health program that oriented to the treatment of diseases have to change become prevention oriented. Children with malnutrition will affect the human resources, because nutrient is one of the factors that affect the quality of human resources. The lack of nutrient in a child will causes some serious effects, like the failure of physical growth and the development and intelligence of a child are not optimal. The other causes are the lowering of productivity and the immunity of the body to fight against diseases that will increases the risk of illness and mortality. Related to that problem, the governments of Bantul Regency make an innovation program, Desa Bebas 4 Masalah Kesehatan (DB4MK), there are free of maternal mortality, infant mortality, dengue fever and malnutrition. Especially for malnutrition, the objective is to accelerate the decreasing number of malnutrition of the infant. Objective: The aim of this research is to evaluate the effort to solve the malnutrition problem through Desa Bebas 4 Masalah Kesehatan (DB4MK) program, especially in nutrient sector, the role of stakeholder and the role of family that have an infant with malnutrition. Methods: This research uses qualitative method to get the data that related to Desa Bebas 4 Masalah Kesehatan (DB4MK) program, the role of government, the role of community leader and the family to handle the case of infant malnutrition. The data are collected via a deep interview, aimed group discussion and secondary data, like recording and reporting from Department of Health or Community Health Center. Results: Effort to solve the problem of malnutrition through Desa Bebas 4 Masalah Kesehatan (DB4MK) program specially in nutrient sector is able to decreases the prevalence of malnutrition in Bantul Regency, and the role of stakeholder and family that have an infant with malnutrition give their support. Conclusion : Desa Bebas 4 Masalah Kesehatan (DB4MK) program with reward is able to decreases the prevalence of malnutrition.

Kata Kunci : Evaluasi, DB4MK, peran pemerintah, peran tokoh masyarakat peran keluarga, peran swasta, peran LSM dan organisasi keagamaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.