Laporkan Masalah

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELAINAN REFRAKSI MIOPIA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2009/2010

Joeri K Abimanyu, Prof. dr. Wasisdi Gunawan, SpM (K)

2013 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/EL

Latar Belakang : Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) tahun 2007 menyatakan bahwa di Indonesia proporsi penurunan ketajaman penglihatan pada usia >6 tahun sebesar 4,8% dan 0,9% mengalami kebutaan (Depkes, 2007). Di Propinsi Lampung proporsi penurunan ketajaman penglihatan sebesar 3,7% dan 1,0% mengalami kebutaan. (Depkes, 2007). Di Kabupaten Tanggamus program indra penglihatan pada anak sekolah belum ditangani secara cukup sehingga prevalensi kelainan refraksi (miop) belum diketahui, hal ini terjadi karena terkendala (tenaga, sarana dan dana), akibatnya penderita kelainan refraksi anak sekolah belum diketahui estimasi jumlah dan penyebabnya. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti kelainan refraksi (miop) pada anak sekolah dasar. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan faktor genetika dan lingkungan terhadap kejadian miopia pada anak sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus. Metode penelitian : Penelitian observasional, menggunakan rancangan kasus kontrol dengan perbandingan 1 : 1, melibatkan 240 responden anak sekolah dasar (120 kasus dan 120 kontrol). Pengumpulan data diperoleh dari pemeriksaan refraksi, variabel genetika dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner, sedangkan variabel lingkungan dilakukan dengan wawancara, pengamatan dan pengukuran . Data dianalisis menggunakan Chi-square, Ood Ratio (OR) dan Regresi Logistik. Hasil : Analisis bivariat variabel jarak membaca terhadap kejadian miop pada anak mempunyai nilai OR 4,846 (CI 95%: 2,807-8,368) dan p<0.05, genetika mempunyai OR 3,831 (CI 95%: 1,782-8,239) dan p<0,05, posisi tubuh mempunyai OR 3,596 (CI 95%: 2,110-6,131) dan p<0.05, jarak menonton mempunyai OR 3,333 (CI 95%: 1,944-5,713) dan p<0.05. Analisis multivariat menghasilkan bahwa faktor risiko yang paling dominan adalah variabel jarak membaca dengan OR 3,054. Kesimpulan : Prevalensi Miopia pada anak SD sebesar 11,10%, dan faktor risiko terhadap kejadian miop pada anak SD adalah jarak membaca, genetika, posisi tubuh saat membaca dan jarak menonton TV.

Background: Basic Health Research 2007 indicated that in Indonesia the proportion of visual aculty decline at the age of below 6 years was 4,8% and 0,9% faced blindness. At the Province of Lampung the proportion was 3,7% for visual aculty and 1% for blindness (ministry of health, 2007). At District of Tanggamus the program of sence of sight in the school children has not been properly managed thus the prevalence of refraction disorder (myopia) is unknown. This happens due to some constrains (staff, facility, and budget), thus cannot be estimated the quantity and causes of refraction disorder in school children. Objective: To identify association between genetic and environmental factor and the incidence of myopia in elementary school children at district Tanggamus. Method: The study was observational. It used case control design at comparation of 1:1 involving 240 respondents of elementary school children (120 case and 120 controls). Data were obtained from refraction examination, data of genetic from interview using questionnaire, observation and measurement. Data analysis used chi square, Odd Ratio (OR) and logitic regression. Result: The result of bivariate analysis on variable of reading distance and the incidence of myipia had score of OR 4.846 (CI 95% :2.807-8.368) and p<0.05: genetic OR 3.831 (CI 95%:1.783-8.239) and p<0.05 ; body position OR 3.596 (CI 95%: 2.110-6.131) and p<0.05; watching distance OR 3.333 (CI 95%:1.944-5.713) and p<0.05. The result of multivariate analysis showed the most dominant risk factor was reading distance (OR 3.054). Conclusion: The prevalence of myopia in elementary school students was 11,10% and risk factor for the incidence of myiopia in elementary school children were reading distance, genetic, body position while reading and distance in watching TV.

Kata Kunci : Anak sekolah dasar, myopia, faktor risiko, jarak membaca


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.