Laporkan Masalah

Faktor Risiko Kejadian Diare Akut pada Balita di Kabupaten Magelang

Fauzi Mansur, Prof. dr. M. Juffrie, Sp.AK, Ph.D

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Setiap tahunnya diperkirakan 1,5 miliar kejadian diare akut di dunia dan sekitar 1,5 sampai 2 juta kematian balita karena diare akut. Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Diare pada balita di Kabupaten Magelang sejak tahun 2008 sampai tahun 2010 terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian diare akut pada balita di Kabupaten Magelang. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan case-control. Kasus yaitu anak usia balita yang menderita diare akut yang berobat ke Puskesmas dan ditemukan pada periode penelitian, kontrol adalah balita yang tidak berpenyakit diare akut atau penyakit lain dengan gejala diare yang datang ke Puskesmas yang dilakukan penelitian. Faktor risiko yang diteliti dan dilakukan analisis yaitu pemberian ASI eksklusif, kepemilikan sarana air bersih, kepemilikan jamban keluarga, kebiasaan mencuci tangan pakai sabun sesudah buang air besar, kebiasaan mencuci tangan pakai sabun sebelum memberi makan balita, status gizi. Analisis data menggunakan analisis univariabel dengan distribusi frekuensi, bivariabel dengan chi-square dan multivariabel dengan regresi logistik pada tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian: Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif (p=0,000), kepemilikan sarana air bersih (p=0,006), kepemilkan jamban (p=0,049), cuci tangan pakai sabun sebelum memberi makan balitanya (p=0,000), kebiasaan cuci tangan pakai sabun sesudah buang air besar dan menceboki balitanya (p=0,000) dengan kejadian diare akut pada balita di Kabupaten Magelang. Berdasarkan hasil analisis multivariabel dengan menggunakan regresi logistik, variabel terkuat yang berhubungan dengan kejadian diare akut adalah pemberian ASI eksklusif (OR= 7,113 ; 95% CI: 3,125-16,186 dan p= 0,000) diikuti kebiasaan mencuci tangan sebelum memberi makan balita (OR= 5,785 ; 95% CI: 2,520-13,279 dan p= 0,000). Sedangkan kepemilikan jamban merupakan faktor perancu. Kesimpulan: Faktor risiko terkuat yang berhubungan dengan kejadian diare akut pada balita di Kabupaten Magelang adalah tidak memberikan ASI eksklusif sampai dengan anak berumur 6 bulan, diikuti kebiasaan ibu balita/pengasuh tidak mencuci tangan memakai sabun sebelum memberi makan balita.

Background: Each year an estimated 1.5 billion incidence of acute diarrhea in the world and about 1.5 to 2 million children under-five years old deaths beacause acute diarrhea. Diarrhea is also a public health problem in developing countries such as Indonesia, because its still high of morbidity and mortality. Cases of diarrhea since 2008 until 2010 on under five years old children in Magelang District, continued to increase. The purpose of this study to determine the risk factors of acute diarrhea on under five years old children in Magelang district. Methods: Observational study with case-control design. Risk factors are exclusive breastfeeding, clean water supply ownership, ownership of latrine, hand washing with soap after defecation, hand washing with soap before feeding and nutritional status. Data analysis using univariabel with frequency distribution, bivariable with chi-square and multivariable logistic regression with 0.05 level significance. Results: There are relationship between exclusive breastfeeding (p=0.000), ownership of clean water supply (p=0.006), Ownership of latrine (p=0.049), washing hands with soap before feeding (p=0.000), hand washing with soap after defecation (p=0.000) with incidence of acute diarrhea on under five years children in Magelang district. Based on the results of multivariable analysis using logistic regression, strongest variables associated with the incidence of acute diarrhea is exclusive breastfeeding children (OR=7.113, 95% CI: 3.125-16.186, p=0.000), followed by hand washing before feeding (OR=5.785, 95 % CI: 2.520-13.279, p=0.000). While latrine ownership is confounder. Conclusion: The strongest risk factors associated with incidence of acute diarrhea on under five years old children in Magelang are not exclusive breastfeeding up to toddlers 6 months old, followed by maternal habits children/caregivers not washing hands with soap before feeding children.

Kata Kunci : Faktor risiko, diare akut, case-control study, Kabupaten Magelang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.