Laporkan Masalah

EKSISTENSI PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DALAM RANGKA OTONOMI DAERAH DITINJAU DARI PEROLEHAN PENDAPATAN ASLI DAERAH

Nikmah, S.H, Prof. Dr. Marsudi Triadmodjo, SH.,LL.M,

2013 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji peranan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam menunjang pendapatan asli daerah di Kota Depok dengan berlakunya otonomi daerah, dan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana pemerintah Kota Depok memberikan insentif kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sehubungan dengan peranannya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Penyusunan tesis ini menggunakan penelitian empiris yaitu penelitian yang mengutamakan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, yang didukung oleh data sekunder yaitu data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan. Selamjutnya terhadap data-data yang diperoleh dilakukan analisis secara kualitatif dan dibuat dalam bentuk laporan hasil penelitian yang bersifat deskriftif. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa : (1) Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) berperan penting dalam memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah. Khususnya Daerah Propinsi Jawa Barat Kota Depok dalam memperoleh salah satu sumber pendapatan asli daerah dalam bentuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB); (2) Pemerintah Propinsi Jawa Barat, Kota Depok tidak memberikan insentif fee kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) baik dalam bentuk insentif financial maupun pemberian penghargaan dalam bentuk non financial yang dikategorikan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai pengggantian biaya laporan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

This study aims to understand and review the role of Land Certificate Officer (PPAT) in supporting real local income of Depok with the prevail of local autonomy, also understand and review how the local government of Depok gives incentive towards Land Certificate Officer (PPAT) related its role in raising local real income. This thesis is composed using an empirical study i.e study which focused on field research in order collect primary data, i.e data which directly collected from field research through interview and supported with secondary data i.e data which collected from library research. Then the data collected is qualitatively analyzed and formulated into a final report with descriptive form. Accorded to the result, it was suggested that : 1) Land Certificate Officer (PPAT) has a critical contribution toward local government, especially in Depokcity of West Java Province in gaining one of real income sources such as Land Taxe and Building (PBB) and Authorized Tax for Land and Building (BPHTB); 2) West Java Local Government, Depok City did not give any incentive fee for Land Certificate Officer (PPAT) both financial and non-financial rewards which categorized into reporting cost of Authorized Tax for Land and Building (BPHTB)

Kata Kunci : Pejabat Pembuat Akta Tanah, Kota Depok


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.