EVALUASI RADIOLOGIS DAN HISTOPATOLOGIS PENGGUNAAN BOVINE BONE GRAFT PADA FRAKTUR FEMUR TIKUS SPRAGUE DAWLEY
Yuse Iflaka S, Dr. drh. Dhirgo Adji, M.P.
2013 | Tesis | S2 Sain VeterinerFraktur menyebabkan kerusakan sel tulang sehingga tulang akan kehilangan kontinuitasnya. Pada fraktur multipel, delayed unions, nonunions, dan penyakit tulang lainnya seperti osteosarcoma dan chondrosarcoma diperlukan metode pencangkokan tulang yang berperan dalam pengisian tulang pada area kerusakan dan membantu regenerasi tulang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara penggunaan bahan cangkokan demineralized freeze-dried bovine bone xenograft (DFDBBX) dengan hydroxyapatite bovine bone xenograft (HABBX) terhadap perbaikan tulang fraktur. Dua puluh empat ekor tikus Sprague dawley jantan umur 6 minggu dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, masingmasing 8 ekor tikus, yaitu : 1) Kelompok I (kontrol) adalah tikus yang dibuat fraktur dan difiksasi dengan pin intramedular tanpa pemberian bahan cangkok tulang, 2) Kelompok II adalah tikus yang dibuat fraktur, difiksasi dengan pin intramedular dan diberi bahan cangkok tulang DFDBBX , dan 3) Kelompok III adalah tikus yang dibuat fraktur, difiksasi dengan pin intramedular dan diberi bahan cangkok tulang HA-BBX. Proses kesembuhan fraktur pada hewan coba didasarkan atas hasil pemeriksaan radiologis dan histopatologis. Untuk mengetahui adanya reaksi keradangan dilakukan pemeriksaan darah meliputi total leukosit dan neutrofil dengan analisa statistik secara berturut-turut pada minggu II, IV, VI, dan VIII sedangkan analisis radiologis dan histopatologis dilakukan secara deskriptif. Hasil analisis total leukosit dan neutrofil menunjukkan tidak ada reaksi keradangan berlebih (P>0.05) pada kelompok perlakuan yang menggunakan DFDBBX maupun HABBX. Hasil analisis radiologis dan histopatologis memperlihatkan proses kesembuhan fraktur pada Kelompok II (DFDBBX) dan III (HABBX) lebih baik dibandingkan Kelompok I (kontrol). Berdasarkan semua hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan cangkok tulang yang berasal dari tulang sapi tidak ada reaksi penolakan dan aman serta penggunaan HA-BBX menunjukkan hasil yang lebih osteoinduktif dan mempercepat proses kesembuhan tulang dibandingkan DFDBBX.
Fracture is a problem that can cause damage to the bone cells and that bone will lose its continuity. In the case of multiple fractures, delayed unions, nonunions, and other bone diseases like osteosarcoma and chondrosarcoma, a bone graft to replace and repair damaged bone are required. The objective of this research was to compare demineralized freeze-dried bovine bone xenograft (DFDBBX) and hydroxyapatite bovine bone xenograft (HA-BBX) in fracture healing. Twenty four male Sprague Dawley rats, 6 weeks of old were divided into 3 treated groups of 8 rats each. All groups were then made of femur fractures in the middle part of femur bone. Group I (control) was rats that operated and fixed with intramedullary pin without bone graft material, Group II was rats that operated and fixed with both intramedullary pin and DFDBBX, and Group III was rats that operated and fixed with both intramedullary pin and HA-BBX. The fracture healing process was evaluated based on radiologic and histopathologic views. Blood analysis of total leucocytes and neutrophils were analayzed statistically to see the inflammation reaction of the tissue that done in the week of 2, 4, 6 and 8, whereas Radiologic and histopathologic views were analyzed descriptively. Based on statistical analysis of total leucocytes and neutrophils, it showed that inflammation process did not occur excessively in fractured group treated with DFDBBX and HA-BBX as well (P>0.05). The result of Radiologic and histopathologic analysis of fracture healing process in groups treated with DFDBBX (II) and HA-BBX (III) showed a better progress if compared to the Group I. From all of the research results could be concluded that bovine bone grafts non rejected reaction and save, beside that using HA-BBX more osteoinductive and healing bone process has better than using DFDBBX.
Kata Kunci : Fraktur, kesembuhan tulang, pin intramedular, DFDBBX, dan HA-BBX