Laporkan Masalah

ANALISIS MODA PERJALANAN SEKOLAH (Studi Kasus: SMP 5 Yogyakarta)

DIENA KURNIASIH, Prof. Dr. Ir. Siti Malkamah, M.Sc.,

2013 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Layanan transportasi khususnya bagi anak sekolah pada saat ini belum terlayani dan tertata dengan baik. Hal ini menyebabkan para orang tua berpikir ketika anak hendak berangkat sekolah sementara transportasi massal belum nyaman dan keamanan di perjalanan tidak terjamin, sarana dan prasarana di sepanjang perjalanan belum menciptakan rasa nyaman dan aman maka akan memilih mengantar sendiri atau dengan sopir jika memiliki kendaraan pribadi. Hal ini menyebabkan volume lalu lintas bertambah pada saat jam berangkat dan pulang sekolah. Manajemen transportasi yang lebih efisien akan memberikan prioritas untuk moda yang membutuhkan lebih sedikit ruang per penumpang-kilometer. Semua orang berhak atas sistem transportasi yang lebih aman, lebih efisien, lebih terjangkau, lebih bersih, lebih sehat dan lebih ramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik moda perjalanan siswa khususnya siswa SLTP saat ini dan moda transportasi berkelanjutan yang tepat sesuai karakteristik siswa SLTP. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei dengan kuesioner kepada siswa SLTP untuk mengetahui karakteristik penggunaan moda saat ini dan kemauan dan kemampuan siswa bila diterapkan menggunakan moda transportasi berkelanjutan. In depth interview digunakan untuk menanyakan kondisi prasarana dan fasilitas yang diinginkan untuk menunjang siswa beralih menggunakan moda transportasi berkelanjutan. Peran serta pemerintah dan upaya yang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas pendukungnya Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan siswa lebih dominan diantar dengan sepeda motor dengan alasan paling banyak karena waktu tempuh yang relatif cepat. Waktu perjalanan yang dialokasikan untuk berangkat ke sekolah adalah 15-30 menit. Pada kondisi sekarang diperoleh total biaya transportasi perhari seluruh siswa adalah Rp 9.869.467,98 sedangkan pada kondisi transportasi berkelanjutan diperoleh biaya Rp. 1.659.705.03 untuk perjalanan seluruh siswa setiap harinya pada kondisi semua menggunakan moda transportasi berkelanjutan. Kadar Emisi yang dihasilkan oleh moda yang digunakan saat ini adalah: berjalan kaki : 0, bersepeda: 0, Sepeda motor : CO =1,52 ppm, HC 590,675%, Mobil: CO : 2,68 ppm, HC = 383,75 %, Bus merk Mitsubhisi : CO = 2,3ppm, HC 256 %, opasitas 30%. Sedangkan pada kondisi ideal maka emisi yang diterima hanya karena bus/angkutan umum. Siswa menyetujui menggunakan moda transportasi berkelanjutan dengan beberapa kondisi dan fasilitas prasarana yang lebih diperbaiki seperti perbaikan fasilitas pejalan kaki, keamanan menyeberang jalan, lajur khusus sepeda dan pelayanan angkutan umum yang lebih baik.

Nowadays transportation services especially for students is not served and arrange.That condition causes the parents afraid when children going to school, but the convenient mass transportation and security assistance was not assure, facility and infrastructure along the way not comfortable and safe, that will make parents chose to drive by oneself or look for private vehicle driver. This leads to increasing of traffic volume when people went to school and come home. More efficient transportation management will give priority to modes that require less space per passenger-kilometer. All persons are entitled to the transportation system safer, more efficient, more affordable, cleaner, healthier and more welcoming. This study especially aimed to investigate the characteristics of travel modes of current junior high school students condition, and sustainable transportation modes within properly characteristics of junior high school students. The research was conducted by questionnaires survey to junior high school students to know the current characteristics of transportation mode users, willingness and ability of students when applied to use sustainable transportation modes. In depth interviews are used to inquire the condition of the infrastructure and facilities to support students who want to switch for using sustainable transportation modes. The government participation and efforts made to fulfillment of supporting facilities needs. The results of this research show the reasons of students more dominant delivered by motorcycle because travel time is relatively fast. Travel time allocated to go to school is 15-30 minutes. In the current conditions gained total of transport costs per day all students is Rp. 9,869,467.98, in other hand the conditions for sustainable transport obtained Rp. 1.659.705.03. Emissions levels by mode in use today such as : walking distance: 0, cycling: 0, Motorcycle: CO = 1.52 ppm, HC 590.675%, Cars: CO: 2.68 ppm, HC = 383.75%, Bus brand Mitsubhisi: CO = 2.3 ppm, HC 256%, 30% opacity. While in ideal conditions the emissions received only because the bus / public transport. Students approved the use of sustainable transport modes with some conditions and a more improving infrastructure facilities such as pedestrian facilities, safety crossing the street, special bike lanes and better services of public transport.

Kata Kunci : perjalanan siswa, pemilihan moda, transportasi berkelanjutan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.