PEMANFAATAN CITRA LANDSAT TM/ETM+ DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK KAJIAN KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI DAERAH PESISIR BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN
Andi Agus Salim, Prof. Dr. Hartono, DEA., DESS
2013 | Tesis | S2 Penginderaan JauhData Landsat ETM+ dan TM dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi terkini hutan mangrove. Penelitian ini berlokasi di area hutan mangrove pesisir Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini bertujuan 1). mengetahui tingkat akurasi pemetaan penggunaan lahan, kerapatan vegetasi dan pemetaan tingkat kerusakan, 2). mengetahui tingkat kerusakan hutan mangrove dan sebaran spasialnya di wilayah pesisir Banyuasin. Klasifikasi multispektral digunakan untuk klasifikasi penggunaan lahan pada citra Landsat TM dan ETM+, Transformasi NDVI untuk ekstraksi tingkat kerapatan hutan mangrove, metoda kualitatif dan kuantitatif (skoring) digunakan untuk pemetaan kerusakan hutan mangrove. Pada metode kualitatif dilakukan overlay penggunaan lahan dan kerapatan hutan mangrove, sedangkan pada metode kuantitatif dilakukan dengan overlay penggunaan lahan, kerapatan hutan mangrove, dan ketahanan tanah terhada erosi yang sebelumnya telah diberi skor pada masing-masing parameter. Hasil klasifikasi dan pemetaan diuji dengan menggunakan matriks error untuk mendapatkan akurasi hasil interpretasi dan pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat akurasi ketelitian penggunaan lahan yaitu 94,16%, dan kerapatan hutan mangrove 89,68%. Hasil akurasi pemetaan tingkat kerusakan hutan mangrove menggunakan metode kualitatif yaitu 90%, dan 85% dengan menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil pemetaan menggunakan metode kualitatif diperoleh kondisi hutan mangrove dalam kategori baik seluas 112.228,699 ha, agak rusak 26.651,060 ha, dan rusak 42.232,152 ha (tahun 2003), sedangkan pada tahun 2007 diperoleh hutan mangrove yang baik 105.878,643 ha, agak rusak 27.243,544 ha, dan rusak 48.087,382 ha. Hasil pemetaan menggunakan metode kuantitatif menunjukkan hutan mangrove baik 127.285,879 ha, agak rusak 17.978,649 ha, dan rusak 35.847,383 ha (tahun 2003). Pada tahun 2007 diperoleh hutan mangrove dalam kondisi baik yaitu 124.138,950 ha, agak rusak 18.433,115 ha, dan rusak 38.637,404 ha. Hutan mangrove tahun 2003 teridentifikasi seluas 145.771,479 ha, dan tahun 2007 seluas 140.461,735 ha. Selama tahun 2003-2007, hutan mangrove daerah pesisir Kabupaten Banyuasin mengalami perubahan bentuk penggunaan lahan menjadi perkebunan, pemukiman, lahan terbuka, sawah, rawa, tambak, semak belukar, dan telah terjadi pengurangan hutan mangrove seluas 5.309,744 dalam kurun waktu 4 tahun.
Landsat TM and ETM+imagery can be used to detect of mangrove forest condition. This research located in mangrove forest area of Banyuasin Regency, South Sumatera. The aims of this research are: (1) to know mapping accuracy of land use and density of mangrove forest. (2) to know damage level and distribution area of mangrove forest using Landsat TM/ETM imagery. Landuse classification using supervised classification method.. Mangrove forest density using Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Mapping of mangrove forest damage level using qualitative dan quantitative methods. Qualitatif method was done by overlaying landcover and canopy density, while quantitative method was done by giving the score and the weighting of each criterion (land cover, canopy density and soil resistence to abrasion). The result of land use classification and mangrove forest mapping was evaluated by obtaining a classification error matrix to assess its accuracy. The results showed that the accuracy of landuse mapping of 94.16%, mangrove density of 89,68%. Mapping accuracy of mangrove forest damage using qualitative method of 90%, and 85% by using quantitative method. Based on result of qualitative method, mangrove forest is good of 112,228.699 ha, rather damage of 26,651.060 ha, and corrupted of 42,232.152 ha (year 2003), while in the year 2007 obtained good mangrove forest of 105,878.643 ha, rather damage of 27,243.544 ha, and damage of 48,087.382 ha. Results of quantitative method, mangrove forest is good of 127,285.879 ha, rather damage of 17,978.649 ha,and damage of 35,847.383 ha (year 2003). In 2007,mangrove forest is good of 124,138.950 ha, rather damage 18,433.115 ha, and damage of 38,637.404 ha. Mangrove forest declined from initial estimate 145,771.479 hectares in 2003 to 140,461.735 hectares in 2007 which represent a decrease of 5,309.68 ha in a 4-yrs period. During 2003-2007, mangrove forest of Banyuasin Regency changing its form to plantations, settlements, open land, rice field, swamp, shrimp pond, and shrubs,
Kata Kunci : Citra Landsat TM/ETM+, kerusakan hutan mangrove, sistem informasi geografis