DOKTRIN POLITIK SYI'AH IMAMIYAH DALAM DIMENSI FILSAFAT HUMANISME PRAGMATIS WILLIAM JAMES
Eva Linta Cahyani, Prof. Dr. Syamsul Hadi, SU., MA.,
2013 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan Agama/Kajian Timur TengahPenelitian ini mengkaji tentang doktrin politik Syi’ah Imamiyah. Penelitian ini berangkat dari latar belakang adanya gejala dehumanisasi sebagai salah satu bentuk krisis kemanusiaan yang menimbulkan persoalan yang perlu segera diuraikan. Gejala dehumanisasi yang dimaksud adalah konsekuensikonsekuensi negatif yang muncul dari pemberlakuan doktrin politik Syi’ah Imamiyah. Doktrin politik Syi’ah Imamiyah dalam penelitian ini dibedah melalui analisis filsafat humanisme pragmatis William James dalam konteks: (a) kesadaran kealamsemestaan yang tercermin dalam kesadaran terhadap proses evolusi kosmik yang terus berubah dan menuntut manusia menyesuaikan diri dengan segala potensi yang dimiliki, (b) konsep penciptaan manusia sebagai makhluk serba dimensi dengan kepemilikan aspek otonomi kebebasan, tanggung jawab serta keterbatasan untuk membuat manusia berfikir rasional, kritis, dan etis, (c) ketercerahan mental spiritual dan intelektual untuk mewujudkan kehidupan yang ideal. Dari keseluruhan proses penelitian yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa: (a) kebenaran doktrin politik Syi’ah Imamiyah diragukan karena doktrin tersebut bukanlah doktrin ilahiah tetapi produk ilmu pengetahuan ciptaan manusia yang bermetamorfosa dengan kondisi dan kepentingan tertentu, (b) doktrin politik tersebut problematis dan sulit dipertanggung jawabkan secara logika dan sains sehingga tidak dapat memberikan kepuasan ilmiah bagi para penganutnya, (c) doktrin politik tersebut mengandung unsur-unsur diskriminasi dengan membedakan hak, kemampuan dan tanggung jawab umat Syi’ah dalam mewujudkan kehidupan yang ideal, (d) doktrin tersebut merampas hak kebebasan umat Syi’ah dengan kepercayaan terhadap doktrin yang mengikat dan determinan. Dari beberapa kesimpulan tersebut maka dugaan dehumanisasi sebagai akibat penerapan doktrin politik Syi’ah Imamiyah terbukti dan klaim absolutisme kebenaran doktrin politik Syi’ah Imamiyah tidak dapat dibenarkan.
This study reviews the Shi'a Imami political doctrine. This observation departs from the background of the symptoms of dehumanization as a form of humanitarian crisis raises issues that need to be outlined. Symptoms of dehumanization in question is the negative consequences that arise from the application of the Shi'a Imami political doctrine. The Shi’a Imami political doctrine in this study dissected through analysis of William James pragmatic humanism philosophy in the context of: (a) universal awareness reflected in the consciousness of the cosmic evolutionary process that is constantly changing and demanding humans adapt to all its potential, (b) concept of the creation of man as a being versatile dimension to the ownership aspect of autonomy freedom, responsibilities, and limitations to make people think rationally, critically, and ethically, (c) the enligthen of spiritual and intellectual mental to realize the ideal life. From the whole process of research conducted it was concluded that: (a) the truth of the Shi'a Imami political doctrine is doubtful because the doctrine is not divine, but a mere human science products metamorphosed to the certain conditions and interests, (b) the political doctrine is problematic and difficult to be justified logically and scientifically, so it cant provide a scientific satisfaction for its adherents, (c) the political doctrine contains elements of discrimination by differentiating the right, the ability, and the responsibility of the Shi’a people in creating the ideal life, (d) the doctrine depriving the Shi’a people’s freedom of right by believing the binding and determinants doctrine. From some of these previous conclusions, a result of the alleged dehumanisation in Shi’a Imami political doctrine applying proven and absolutist truth claims of Shi’a Imami political doctrine can not be justified.
Kata Kunci : Syi’ah, Imamiyah, Filfasat, Humanisme.