Laporkan Masalah

KAJIAN ADSORPSI Pb(II) DENGAN ADSORBEN LIMBAH JERUK TERSAPONIFIKASI Ca(OH)2 DAN NaOH

Iwing Vinisyanti, Prof. Dr. Sri Juari Santosa, M.Eng

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Kajian adsorpsi Pb(II) pada adsorben limbah jeruk jenis Citrus nobilis var. Microcarpa termodifikasi proses saponifikasi telah dilakukan. Saponifikasi dilakukan dengan larutan Ca(OH)2 menghasilkan Saponified Orange Waste bentuk Ca (SOW-Ca) dan dengan menggunakan larutan NaOH menghasilkan Saponified Orange Waste bentuk Na (SOW-Na). Saponifikasi dilakukan pada pH 10; 10,5; 11; 11,5; 12; dan 12,5. Hasil SOW-Ca dan SOW-Na dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan ditentukan kapasitas pertukaran ion yang dipunyainya dengan titrasi netralisasi menggunakan larutan HCl. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kapasitas pertukaran ion SOWCa terbesar tercapai pada pH 11,5 yaitu sebesar 2,39 mol/kg, sedangkan SOW-Na tercapai pada pH 12,5 yaitu sebesar 1,53 mol/kg. Adsorpsi Pb(II) baik pada SOW-Ca maupun SOW-Na optimum pada pH medium 5 dan mengikuti pseudo orde dua dengan konstanta laju adsorpsi masing-masing sebesar 4,88 x 10-2 dan 2,71 x 10-2 mM-1 min-1. Adsorpsi Pb(II) pada kedua adsorben mengikuti isoterm Langmuir dengan kapasitas 195,84 mg/g untuk SOW-Ca dan 164,58 mg/g untuk SOW-Na. Dalam larutan biner Pb(II)-Zn(II) kemampuan SOW-Ca dan SOW-Na dalam adsorpsi Pb(II) meningkat secara signifikan, sedangkan dalam larutan biner Pb(II)-Cd(II) kemampuan kedua adsorben dalam adsorsi Pb(II) tidak terpengaruh secara signifikan.

Adsorption of Pb(II) on the adsorbent of orange (Citrus nobilis var. Microcarpa) waste modified by saponification has been studied. Saponification was done by using Ca(OH)2 solution to form saponified orange waste of Ca (SOW-Ca) and by using NaOH solution to form saponified orange waste of Na (SOW-Na). Saponification was carried out at pH 10, 10.5, 11, 11.5, 12 and 12.5. The SOW-Ca dan SOW-Na were characterized by using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and were determined their ion exchange capacities through netralization titration using HCl solution. The results showed that the highest ion exchange capacity of SOW-Ca was achieved at pH 11.5, i.e. 2,39 mol/kg, while that SOW-Na was at pH 11.5, i.e. 1,53 mol/kg. Adsorption of Pb(II) on both SOW-Ca and SOW-Na was optimum at medium pH 5 and it followed pseudo second order with adsorption rate constants were 4,88 x 10-2 and 2,71 x 10-2 mM-1 min-1, respectively. Adsorption of Pb(II) on both adsorbent fitted well to Langmuir isotherm with capacity 195,84 mg/g for SOW-Ca and 164,58 mg/g for SOW-Na. By using biner solution Pb(II)- Zn(II), the abilities of SOW-Ca and SOW-Na in adsorbing Pb(II) increased significantly, while in biner solution Pb(II)-Cd(II) the abilities of both adsorbents in adsorbing Pb(II) were affected insignificantly.

Kata Kunci : adsorpsi, limbah jeruk, Pb(II), Saponified Orange Waste


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.