BACTERIAL MENINGEAL SCORE (BMS) SEBAGAI INDIKATOR MENINGITIS BAKTERI DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
ARYDINA, DR. dr. E. Siti Herini, Sp.AK
2013 | Tesis | S2 Kedokteran KlinikMeningitis bakterial merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas yang penting pada anak-anak. Anak dengan meningitis biasa datang ke rumah sakit dan mendapat antibiotik intrakranial tanpa menunggu hasil kultur. Hal ini dilakukan karena membedakan meningitis bakteri dan meningitis bukan bakteri pada awal perjalanan penyakit terkadang sulit. Beberapa indikator dapat digunakan untuk membedakan al itu. Salah satunya adalah Bacterial Meningeal Score (BMS). BMS terdiri dari pengecatan gram cairan serebrospinal positif, protein cairan serebrospinal ≥ 80 mg/dL, netrofil darah tepi ≥ 10.000 sel/mm3, riwayat kejang, netrofil absolut cairan serebrospinal ≥ 1000 sel/ mm3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Bacterial Meningeal Score (BMS) merupakan indikator yang baik untuk menegakkan diagnosis meningitis bakterial akut pada bayi dan anak. Penelitian ini merupakan uji diagnostik pada anak usia > 1 bulan-18 tahun, yang dicurigai meningitis berdasarkan kriteria WHO, mulai 1 February 2011 sampai dengan 30 April 2011. Diagnosis meningitis bakterial ditegakkan apabila hasil kultur ditemukan bakteri, dan bukan meningitis bakteri apabila tidak ditemukan bakteri pada hasil kultur. Dari 31 anak yang menjadi sampel penelitian, 16 (51,6%) laki-laki. Semua datang dengan demam (100%), kejang 93,5%, penurunan kesadaran 48,8%, meningeal sign terdapat pada 58,4%. Pengecatan gram positif pada 29% sampel dan kultur positif 58,4%. Dari hasil analisa statistik, didapatkan untuk sensitivitas BMS 83,3%, spesifisitas 89,5%, nilai praduga negatif 83,3%, nilai praduga positif 89,5%, likelihood ratio positif 7,92, dan likelihood ratio negatif 0,186. Bakteri yang tumbuh dari hasil kultur adalah P. Aerogenosa, S.epidermidis and Paracoccus sp, Bacillus. Sp dan Enterococcus sp.
Bacterial meningitis remains an important cause of morbidity and mortality in children. Children with meningitis are routinely admitted to the hospital and administered broad-spectrum antibiotics pending culture results because distinguishing bacterial meningitis from aseptic meningitis is often difficult. Some indicators can different bacterial meningitis from viral. One of the indicator is Bacterial Meningitis Score (BMS). BMS consist of positive cerebrospinal fluid (CSF) gram stain, CSF absolute neutrophil count more than 1000 cells/μL, CSF protein more than 80 mg/dL, peripheral blood absolute neutrophil count more than 10 000 cells/μL, history of seizure before or at the time of presentation. The main of this research is to know whether the Bacterial Meningitis Score(BMS) is good indicator of bacterial meningitis in children. This is a diagnostic test study of children, > 1 month-18 years, who diagnosed as suspected meningitis by WHO criteria, admitted to Sardjito hospital in 1 February until 30 April, 2011. Bacterial meningitis were defined as having a positive culture of CSF, not meningitis if the absence of bacterial growth on culture. There are 31 children, 16 (51,6%) male. All the cases have fever (100%), seizure 93,5%, decreased of conciousness 48,8%, positive meningeal sign 58,4%, positive CSF gram stain 29%, positive culture of CSF 38,7%. The sensitivity of BMS 83,3%, spesificity 89,5%, negative predictive value 83,3%, positif predictive value 89,5%, positif likelihood ratio 7,92, and negatif likelihood ratio 0,186. The organisms growth on culture are P. Aerogenosa, S.epidermidis and Paracoccus sp, Bacillus. Sp and Enterococcus sp.
Kata Kunci : Bacterial Meningitis Score (BMS), meningitis, anak