EVALUASI KEANDALAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR BUPATI SUMBAWA
BADARUDDIN, Dr.-Ing. Ir. Andreas Triwiyono
2013 | Tesis | S2 Teknik SipilPembagunan infrastruktur, khususnya bangunan gedung tiap tahun meningkat seiring dengan berkembangnya tiap sektor kehidupan, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Mengingat pentingnya fungsi bangunan gedung dalam hal ini bangunan gedung Kantor Bupati Sumbawa sebagai pusat pelayanan masyarakat dan pusat pengendalian pemerintah Kabupaten Sumbawa, maka perlu dilakukan evaluasi keandalan bangunan tersebut guna mempertahankan kinerja strukturnya selama umur rencana. Evaluasi difokuskan pada bangunan induk 3 lantai dengan tetap menganalisis pengaruh deformasi bangunan sayap terhadap bangunan induk. Evaluasi diawali dengan pengumpulan data sekunder dan primer. Data primer didapatkan dari pengujian pada elemen struktur kolom, balok dan pelat lantai dengan menggunakan metode pengujian tidak merusak (non-destructive test) guna mendapatkan data kualitas bahan, dimensi komponen struktur dan kondisi kerusakan gedung. Selanjutnya dilakukan perhitungan pembebanan mengacu pada Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI 03-1727- 1989) untuk beban statik dan Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung (RSNI 03-1726-201x) untuk beban dinamik (beban gempa response spectrum). Evaluasi kinerja batas ultimit struktur gedung dianalisis dan dimodelkan dengan menggunakan program SAP 2000. Pemodelan struktur gedung dibuat model dinding terpasang (infill walls model). Kekuatan elemen struktur dianalisis dengan menggunakan program Response 2000 untuk elemen kolom dan balok, program Shell 2000 untuk elemen pelat lantai. Hasil evaluasi diperoleh waktu getar alami struktur gedung Model dengan atap (MDA) adalah 0,291 detik, frekuensi (f) 3,438 Hz dan Model tanpa atap (MTA) adalah 0,308 detik, frekuensi (f) 3,244 Hz. Kinerja batas ultimit struktur gedung diperoleh nilai simpangan antar lantai (story drift) dalam batas aman, stabilitas tingkat gedung (stabilty ratio) θ < 0,1 maka tidak ada pengaruh P-Delta. Defleksi maksimum sebagai separasi gedung (building sparation) antara gedung induk dan gedung sayap adalah sebesar 0,90 cm pada Model MDA dan 3,10 cm pada Model MTA, separasi existing 1,5 cm maka gedung tersebut dapat dikategorikan tidak aman terhadap tumbukan pada saat terjadinya gempa pada Model MTA (RSNI 03-1726-201x). Kekuatan elemen struktur kolom, balok dan pelat lantai dalam kondisi aman karena beban yang bekerja pada struktur tidak terlampaui.
The infrastructure development, especially the building construction, increases every year as each life sector also develops in national and regional level. Because of the importance of the building construction function in this case the building construction of Sumbawa Regent Office as the community service center and the control center of Sumbawa Regency government, it needs to have evaluation on the construction reliability to maintain its structural performance during the age plan. The evaluation focused on the 3-floor main building and kept analyzing the influence of wing deformation on the main building. The evaluation started by collecting the secondary and primary data. The primary data was obtained by testing on the structural elements of column, beam, and floor plate using the method of non-destructive test to get the data on material quality, structural component dimension, and condition of building damage. After that, there was the calculation of loading that referred to the Imposition Planning Procedure for House and Building (SNI 03-1727-1989) for static load and the Standard of Earthquake Reliability Planning for Building Construction Structure (RSNI 03- 1726-201x) for dynamic load (earthquake load of response spectrum). The evaluation on the ultimit limit performance of building structure was analyzed and modeled using the SAP 2000 program. The modeling of building structure was infill walls model. The strength of structural element was analyzed using the Response 2000 program for elements of column and beam and the Shell 2000 program for element of floor plate. The evaluation results are the natural vibration period of building structure with Model Using Roof (MDA) is 0.291 second and frequency (f) 3.438 Hz while Model Without Roof (MTA) is 0.308 second and frequency (f) 3.244 Hz. The ultimit limit performance of building structure results in the value of deviation between floors (story drift) at the safe limits, the level stability of building (stabilty ratio) θ < 0.1, then there is no influence of P-Delta. The maximum deflection as building separation between the main and wing buildings is about 0.90 cm on the Model MDA and 3.10 cm on the Model MTA, while existing separation is 1.5 cm. Accordingly, that building was categorized unsafe against impact when earthquake occurs on the Model MTA (RSNI 03-1726-201x). The structure element strength of column, beam, and floor plate is in the safe condition because the load working on the structure is not exceeded.
Kata Kunci : non-destructive, analisis respons spektrum, kinerja batas ultimit, drift ratio.