TANJUNG KOTA TERKEPUNG : PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKTIF SKALA BESAR TERHADAP PERKEMBANGAN DAN EKSISTENSI KOTA
Jelita Anggraini Meisarah, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D,
2013 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahKota Tanjung merupakan sebuah kota yang terletak di ujung provinsi Kalimantan Selatan. Kota ini tumbuh menjadi salah satu kota penting di pedalaman Kalimantan seiring dengan kegiatan eksploitasi secara besar-besaran terhadap sumber daya alam. Kegiatan ekstraktif skala besar berupa pertambangan dan perkebunan yang ada di dalam dan di sekitar Kota Tanjung beraktualisasi seperti mengepung kota tersebut dari berbagai arah. Pengepungan ini berpengaruh terhadap perkembangan dan eksistensi Kota Tanjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh baik secara spasial maupun aspasial kegiatan skala besar, terutama pertambangan dan perkebunan yang ada disekitar Kota Tanjung terhadap perkembangan dan eksistensi fisik kota pada periode tahun 1990-2010. Penelitian ini merupakan penelitian deduktif dengan menggunakan metode kualitatif terhadap data sekunder dan hasil wawancara yang dianalisis secara secara deskriptif dan spatial dengan variabel kependudukan, perekonomian, wilayah terbangun yang diperkuat dengan kebijakan yang mempengaruhiya. Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa : (1) Kegiatan ekstraktif skala besar berpengaruh terhadap perkembangan kota yang berkontribusi terhadap pertambahan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi; (2) Komponen kegiatan ekstraktif skala besar seperti sebaran lokasi pengeloaan sumberdaya alam, ketenagakerjaan, pemasaran dan pengangkutan hasil produksi mempengaruhi perkembangan wilayah terbangun yang menyebabkan terbentuknya penjalaran kota yang tidak kompak 3 pola perkembangan, yaitu pola konsenstrik, linear dan meloncat; (3) Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berperan besar terhadap eksistensi fisik kota; (4). Perkembangan fisik kota Tanjung hanya berkembang secara internal karena adanya tekanan dari kegiatan ekstraktif skala besar yang ada disekitarnya.
Tanjung city located in the tip of South Kalimantan province. The city grew into one of the important cities in the interior of Borneo along with the exploitation of massive natural resources. Large-scale industries such as mining and plantations in and around of Tanjung city actualization as besieged from all directions. This siege influence on the development and existence of Tanjung city. This study aimed to examine the influence of both spatially and aspasial large-scale industries, particularly mining and plantations around of Tanjung city and the development of the physical existence of the city in the period 1990-2010. This is a deductive research, using secondary data and qualitative interviews were analyzed descriptively with variable spatial demography, the economy, the region woke reinforced and the policy. Based on the analysis found that: (1) large-scale extractive industries were affect the development of the city which contributed to the increase of population and economic growth; (2) The components of large scale extraktive industries such as the distribution locations of natural resources management, labor, marketing and transpors output influenced the development of region caused three patterns of development : concentic, ribbon and leap frog; (3) policy issued by government which is influenced by the capitalist contribute significantly to physcal existence of the city; (4) The development of Tanjung city in depressed and just move internally.
Kata Kunci : Perkembangan kota, eksistensi kota, pertambangan, perkebunan