Laporkan Masalah

KENYAMANAN TERMAL PERMUKIMAN KOTA STUDI KASUS KAUMAN JOGYAKARTA

NURRAHMI KARTIKAWATI, Dr.Ir.Arif Kusumawanto, MT,IAI.,

2013 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Kauman Jogyakarta merupakan kawasan heritage di pusat kota Jogyakarta. Kauman memiliki karakter unik dalam bentuk konfigurasi ruang permukiman kota yang berpengaruh pada kenyamanan iklim mikro kawasan. Kondisi eksisting Kauman, sekitar 80% areanya tertutup bangunan dengan lapisan penutup tanah sebagian besar berupa beton dan batu alam hitam serta kurangnya vegetasi, berakibat pada kurangnya kenyamanan termal bagi sebagian besar penduduk. Simulasi sebagai sebuah metode untuk mencapai kondisi paling nyaman di Kauman dengan modifikasi elemen permukiman kota yang berpengaruh pada kondisi kenyamanan termal seperti lapisan penutup tanah, konfigurasi ruang dan vegetasi. Modifikasi dengan kehadiran ketiga elemen tersebut mencapai hasil terbaik di antara ketujuh jenis modifikasi. Konfigurasi ruang permukiman kota dengan pola sirkulasi tegak lurus dan beberapa area terbuka hijau yang terhubung langsung dengan area sirkulasi menghasilkan kenyamanan termal lebih baik daripada konfigurasi ruang eksisting. Jenis material penutup tanah berupa batu alam warna terang menghasilkan kenyamanan termal lebih baik daripada jenis material penutup tanah eksisting seperti beton dan batu alam hitam. Pepohonan bertajuk rindang dengan ketinggian sekitar 10-15 meter dan pola penataan tunggal menghasilkan kondisi kenyamanan termal yang lebih baik daripada pola penataan vegetasi eksisting. Ketiga elemen tersebut sebaiknya diaplikasikan bersamaan secara sinergis untuk mencapai kondisi kenyamanan termal dalam permukiman kota.

Kauman Jogjakarta is a heritage region in the center of Jogjakarta city. It has its own unique character of urban housing space configuration form which influences its microclimate comfort. Its existing conditions are 80% land covered by buildings and artificial coverage, small amount of vegetation and large coverage of concrete and dark brick stone which lead to the lack of thermal comfort for the most of its inhabitants. Simulation is a method to gain the most comfortable condition in Kauman by modificating the elements of urban housing which can lead to better thermal comfort. This research used Envimet V.3.1. to know the influence of some modifications of urban housing elements which influence thermal comfort condition, such as land coverage, space configuration and vegetation. Modification with presence of those three elements has the best result among seven types of modifications. The space configuration in urban housing with perpendicular circulation pattern and some green open spaces connected directly to circulation area is better than existing’s space configuration in case of gaining the thermal comfort. The land coverage material with a type of light-colored sandstone is better than concrete or dark brick stone in the same case of gaining the thermal comfort. The heavy dense leafs of trees with 10-15 metres height and individual plant pattern, lead to better condition of thermal comfort than existing’s plant pattern. Finally, combination of those types of elemenets must be applied to gain thermal comfort condition in urban housing.

Kata Kunci : permukiman kota, kenyamanan termal, envimet


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.