Laporkan Masalah

PENGARUH VERNALISASI UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL DAN PEMBUNGAANBAWANGMERAH (Allium cepa L. Aggregatum group) DIDATARAN RENDAH

jasmi, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc.

2013 | Tesis | S2 Agronomi

Biji bawang merah sebagai bahan tanam memiliki posisi strategis beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, kemampuan berbunga tanaman bawang merah cukup terbatas khususnya pada penanaman di dataran rendah. Di dataran rendah, jumlah tangkai bunga yang dihasilkan per individu tanaman sangat terbatas. Beberapa hasil penelitian sebelumnya memberikan informasi bahwa perlakuan vernalisasi mampu meningkatkan pembentukan bunga pada tanaman bawang merah, khususnya pada penanaman di dataran tinggi. Pada penanaman bawang merah di dataran rendah, informasi mengenai pengaruh perlakuan vernasilasi terhadap kemampuan berbunga hingga saat ini belum ada. Oleh karena itu, penelitian terkait hal tersebut cukup penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian adalah 1) mengidentifikasi pengaruh lama vernalisasi terhadap pertumbuhan, pembungaan serta hasil umbi dan biji bawang merah dan 2) menentukan lama vernalisasi yang optimum untuk meningkatkan pertumbuhan, pembungaan serta hasil umbi dan biji bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Tridharma Fakultas Pertanian UGM, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dari bulan Oktober 2011 – Januari 2012. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap faktorial dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah varietas yaitu: Katumi, Biru, Bima dan Tiron. Faktor kedua adalah lama vernalisasi yaitu tanpa vernalisasi, vernalisasi selama 4 minggu, 5 minggu dan 6 minggu. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, berat segar dan berat kering jemur umbi. Analisis pertumbuhan meliputi indeks luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman dan indeks panen. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa lama vernalisasi yang optimal untuk peningkatan berat segar umbi varietas Bima adalah 12-13 hari, dengan indikasi peningkatan berat segar umbi hingga mencapai 14,47 g. Berat kering umbi terbaik dihasilkan oleh varietas Bima (6,00 g) dengan lama vernalisasi 13-14 hari. Pembungaan tidak terjadi pada semua perlakuan yang diuji sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan vernalisasi tidak mampu menginduksi pembungaan pada tanaman bawang merah yang ditanam di dataran rendah yang dikarenakan faktor lingkungan (suhu, angin) ratarata cukup tinggi dan panjang penyinaran yang rendah pada saat penelitian berlangsung.

Shallot seeds as planting material have a strategic position in recent years. Nevertheless, the ability of shallot to produce flowers and seeds is quite limited especially on planting in the lowlands. In the lowlands, the number of flowers produced by shallot is very limited. Several previous studies provide information that vernalization can improve flower formation in shallot, especially on planting in the highlands. The information regarding the effect of vernalization on the ability of shallot to produce flower in the lowlands area is still limited. Therefore, the research related to it is needed. The research objectives were 1) to identify the influence of vernalization time on growth, flowering and yield of bulbs and seeds, and 2) to determine the optimum time of vernalization to promote growth, flowering and yield of bulbs and seeds. The research was conducted at the Tridharma Garden, Faculty of Agriculture, University of Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta in October 2011 to January 2012. The research was arranged in randomized complete block design factorial with three blocks as replications. The first factor was the varieties of shallot, namely Katumi, Biru, Bima and Tiron. The second factor was the vernalization period i.e. without vernalization and vernalization for four weeks, five weeks and six weeks. The observations were done on plant height, number of leaves, number of tillers, number of tubers, tuber diameter, fresh and sundry weight of bulbs. Analysis of growth includes leaf area index, net assimilation rate, crop growth rate and harvest index. The results showed that optimal time of vernalization to increase fresh weight of bulbs of Bima was 12-13 days, the fresh weight of bulbs increased to 14.47 g. The dry weight of bulbs produced by Bima was higher than Katumi, Biru and Tiron at 13-14 days of vernalization (6.00 g). Flowering did not occur in all treatments tested so it can be concluded that the vernalization was not able to induce flowering on shallot grown in the lowlands due to environmental factors (temperature, wind) the which average of the air temperature was high and low irradiation lenght at the time of the study.

Kata Kunci : bawang merah, varietas, vernalisasi, pembungaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.