Laporkan Masalah

SIMULASI MANAJEMEN IRIGASI HEMAT AIR UNTUK BUDIDAYA PADI METODE SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION) DI ARAS DAERAH IRIGASI

SUPARMI, Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng

2013 | Tesis | S2 Mekanisasi/Teknik Pertanian

Tantangan sektor pertanian saat ini dan yang akan datang adalah menyediakan kebutuhan pangan yang berkecukupan seiring dengan pertambahan penduduk yang sangat pesat ditengah kondisi keterbatasan sumberdaya air. Salah satu terobosan untuk menghadapi kondisi tersebut adalah melalui budidaya padi metode SRI (System of Rice Intensification) yang menerapkan manajemen irigasi hemat air tetapi mampu meningkatkan produksi. Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian. Penelitian dilakukan di Daerah Irigasi Mejing Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada lahan sawah dengan jenis tanah geluh pasiran. Tujuan penelitian adalah (i) menentukan kebutuhan air yang optimum pada budidaya padi metode SRI (System of Rice Intensification) berdasar model kebutuhan air kaitannya dengan produksi; (ii) menentukan efek dari perbedaan pola pemberian air irigasi terhadap produksi tanaman padi metode SRI; dan (iii) melakukan simulasi manajemen irigasi hemat air berbasis budidaya padi metode SRI pada aras daerah irigasi. Untuk mencapai tujuan penelitian maka dibuat petak penelitian yang menerapkan berbagai perlakuan budidaya padi SRI, yaitu SRI petani Jawa Barat, SRI diatur dan SRI spesifik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi yang optimum untuk budidaya SRI di lahan sawah dengan tekstur tanah geluh pasiran adalah 1.990 mm/MT untuk SRI petani Jawa Barat, SRI diatur 1.628 mm/MT dan SRI spesifik lokal 1.467 mm/MT. Budidaya padi SRI spesifik lokal dan diatur lebih hemat air jika dibandingkan dengan budidaya padi konvensional. Penghematan air dilakukan dengan pemberian air irigasi tanpa penggenangan, sehingga dapat mengurangi laju evaporasi. Perbedaan pola pemberian air irigasi tidak berpengaruh secara langsung terhadap produksi padi SRI. Perbedaan produksi dipengaruhi oleh faktor lainnya yaitu tetapan vegetasi tanaman (FTVT), faktor tetapan produksi musiman (FTPM) dan konstanta C. FTVT optimal (nilai = 1) jika total transpirasi tanaman aktual selama fase vegetatif dan generatip antara 245,8 mm sampai 248,6 mm. Sedangkan FTPM optimal (nilainya 1) jika total transpirasi aktualnya >= 433,8 mm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada lahan sawah dengan tekstur tanah geluh pasiran, kedalaman air tanah antara 1,4 m hingga 2,6 m di musim tanam II, DI Mejing hanya mampu mengairi lahan budidaya padi SRI maksimum 69,73% dari total wilayah oncorannya.

Current and future great challenge of agriculture sector is to provide sufficient food for rapidly increasing number of people with less water availability. One opportunity to solve the situation is to formulate a method of water saving in rice cultivation. SRI (System of Rice Intensification) is a method to increase the productivity of irrigated rice cultivation by changing the irrigation management. Based on the fact is needed a research. The research was conducted at sandy loam field of Mejing irrigated command area, Bantul District, Yogyakarta Special Province. The detail study’s aims were (i) to compute and calculate optimum transpiration for SRI cultivation method based on crop yield – water use simulation model, (ii) to determine effect of different water saving application for SRI yield, and (iii) to simulate irrigation management at irrigated command area to plan appropriate irrigation management of SRI. To meet the goals were arranged field research treatments of SRI. The treatments were West Java farmer’s of SRI, controlled SRI and local specific farmer’s of SRI. The simulation result explained optimum water requirements at sandy loam field were at value of 1.990, 1.628 and 1.467 mm/planting season for West Java farmer’s of SRI, controlled SRI and local specific farmer’s of SRI respectively. The controlled SRI and local specific farmer’s of SRI saved more water than conventional rice farming system. Water saving was done by the intermittent irrigation so reduce that evaporation. Water saving was done by intermittent irrigation to reduce evaporation. Variation of water application did not affect SRI yield directly. The yield directly depends on seasonal yield factor (FTPM), vegetation yield factor (FTVT) and C Constanta. Optimum FTVT (value = 1) met when total actual transpiration at the vegetative and generative phase was at value 245,8 mm to 248,6 mm. Whereas optimum FTPM (value = 1) obtained when actual transpiration ≥ 433,8 mm. Simulation result demonstrated that the planting season II on the sandy loam field in Mejing irrigated command area with soil water table 1,4 m – 2,6 m, Mejing Weir was only able to supply 69,73% of total irrigated command area for SRI method cultivation.

Kata Kunci : SRI, penghematan air, produksi, irigasi, faktor tetapan vegetasi tanaman, faktor tetapan produksi musiman, simulasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.