IMPLIKASI UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA SOSIAL BANK SYARIAH MANDIRI
RIZA RAHMAN, Ahmad Amin, S.E., M. SC., Ak.,
2013 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi TerapanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan kinerja sosial dari bank syariah setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah. Objek dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri (BSM). Penilaian kinerja keuangan dan kinerja sosial BSM dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio yang terdapat di dalam PBI No. 9/1/PBI/2007. Rasio kualitas aset produktif (KAP), rasio net operating margin (NOM), dan rasio short term mismatch (STM) digunakan untuk menilai kinerja keuangan BSM. Untuk menilai kinerja sosial digunakan rasio fungsi sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rasio kualitas aset produktif dan rasio net operating margin mengalami peningkatan setelah disahkannya UU No. 21 tahun 2008, sedangkan rasio short term mismatch dan rasio fungsi sosial mengalami penurunan setelah disahkannya UU No. 21 tahun 2008.
This study evaluated financial performance and social performance of Islamic bank after issued Act Number 21 of 2008 regarding Islamic banking. This study used Bank Syariah Mandiri (BSM) as object. Assessment of bank syariah mandiri’s financial performance and social performance used ratios in Bank Indonesia Act Number 9/1/PBI/2007. Quality of productive assets (KAP), net operating margin (NOM), and short term mismatch (STM) were used to assess financial performance of BSM. To assess social performance used social function ratio. This research resulted that KAP and NOM had increased after issued Act no. 21 of 2008. STM and social function ratio had decreased after issued Act No. 21 of 2008.
Kata Kunci : UU No. 21 Tahun 2008, PBI No. 9/1/PBI/2007, Rasio Kualitas Aset Produktif, Rasio Net Operating Margin, Rasio Short Term Mismatch, Rasio Fungsi Sosial.