PROGRAM DUKUNGAN PERILAKU POSITIF (DPP) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK DENGAN GANGGUAN PERILAKU PADA SETING SEKOLAH
AINI MAHABBATI, Prof. Dr. Sofia Retnowati
2013 | Tesis | S2 PsikologiAnak dengan gangguan perilaku mengalami masalah dalam interaksi sosial dan akademik yang disebabkan perilaku bermasalah dan rendahnya keterampilan sosial. Diperlukan program berbasis sekolah untuk meningkatkan keterampilan sosial mereka. Penelitian ini menerapkan Program Dukungan Perilaku Positif (DPP) yang berbasis sekolah di SLB E Prayuwana dengan tiga orang siswa sebagai subjek. Eksplorasi mengenai penerapan program dan proses peningkatan keterampilan sosial menjadi tujuan penelitian ini. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode action research model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat tahapan penelitian yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dan dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Bertindak sebagai kolaborator utama adalah guru kelas dan beberapa guru lain di SLB E Prayuwana. Pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, FGD, pengisian skala dan checklist, dan dokumentasi. Analisis data bersifat deskriptif-analitik yang didukung data kuantitatif berupa kategorisasi capaian keterampilan sosial dari skala keterampilan sosial adaptasi SSCSA Walker-McConnell, melalui perbandingan mean hipotetik skala dengan skor individu atau mean empirik. Perhitungan persentase capaian dilakukan untuk mendukung pembahasan mengenai peningkatan keterampilan sosial. Hasil penelitian mengungkapkan asesmen perilaku sebagai langkah awal dapat mengidentifikasi pola perilaku bermasalah subjek. Intervensi DPP berdasarkan hasil asesmen perilaku dinyatakan dapat meningkatkan keterampilan sosial subjek pada aspek keterampilan sosial dasar, interaksi berteman, dan penyesuaian pembelajaran. Total keterampilan sosial subjek meningkat dari kategori di bawah rata-rata menjadi di atas rata-rata. Peningkatan pada Subjek AM mencapai 14,41%, Subjek FJ 11,16%, dan Subjek LD 20%. Keberhasilan program didukung oleh prosedur program yang sistematis, intervensi yang multi-metode dan multipendekatan, kolaborasi dari guru dan sekolah, dan karakteristik gangguan perilaku dan keterlibatan subjek dalam intervensi.
Children with conduct disorder have several problems in social interaction and academic that is caused by their misbehavior and poor social skills. Schoolbased intervention program is needed to enhance their social skills. This research applied School-based Positive Behavior Support (PBS) in Prayuwana Special School with three students as subjects. Exploration of program implementation and improvement process of their social skills became objective of this research. This research approach was qualitative action research method by Kemmis and McTaggart. This model consists of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. PBS intervention was conducted in two cycles of action. Research collaborator was the classroom teacher, some other teachers, and principal. Data was collected through observation, interviews, focus groups discussion, scales and checklists, and documentation. The data analysis was descriptive-analytic that was supported by the quantitative data from social skills scale adapting from SSCSA Walker-McConnell, by comparison the individual or group of subject (empirical mean) with the hypothetical mean scale. The calculation of the percentage of social skills achievement was estimated to support the discussion on improving social skills. The result revealed that the PBS program implementation that began with the behavior assessment could identify problem behaviors pattern of subjects. Social skills enhancement in basic social behavior, interaction with friends, and school adjustments was showed after PBS implementation. General social skills increased from below to above. AM reaches 14.41% of social skills achievement, 11.16% by FJ and 20% by LD. The success of the program was supported by the systematic nature of PBS, multimethods of intervention, school/teacher collaboration, and subjects’ involvement in the intervention.
Kata Kunci : anak dengan gangguan perilaku, keterampilan sosial, Program Dukungan Perilaku Positif