Laporkan Masalah

“THE IMPACT OF DEVELOPMENT ON INDIGENOUS PEOPLE’S TRADITION, CULTURE & BELIEFS AT MT. APO”

R.Vibekehn N Bat-OG, Dr. Mark Woodward

2013 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Masalah tentang pengertian pembangunan dalam konteks negara berkembang seperti Filipina telah lama agak disalah-pahami oleh sejumlah kalangan karena menimbulkan korban pada Masyarakat Adat yang mendiami suatu wilayah tertentu, seperti memaksa mereka untuk mengubah cara hidup, memeluk modernitas, dan melepaskan diri dari tradisi, budaya, dan kepercayaan mereka. Karena itu, tesis ini dikerjakan untuk menunjukkan bagaimana pembangunan tidak serta merta menghapus budaya, dan keyakinan Masyarakat Adat, khususnya Obo Manobo dari suku Gunung Apo di Kidapawan, dan bahwa orang -orang yang bertanggung jawab atas pembangunan tidak menyalahgunakan atau memanfaatkan orang-orang yang mendiami lahan, mengeksploitasi sumber daya yang berlimpah, dan membawa perubahan negatif bagi para penghuni. Tesis ini menggunakan data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan para pemimpin IP. Studi pustaka, korespondensi dengan pejabat EDC dikerjakan, dan bahkan pengamatan langsung di lokasi juga dilakukan. Berdasarkan atas wawancara, korespondensi, dan pengamatan langsung ditemukan bahwa pembangunan (dalam kasus Obo Manobo suku di Gunung Apo) tidak sepenuhnya menyebabkan perubahan total terhadap gaya hidup termasuk karakter keagamaan mereka, tambahan pula, tidak menimbulkan hal-hal negatif, dan tidak pula menghancurkan budaya malahan budaya mereka tetap dipertahankan. Alih-alih pembangunan meningkatkan kehidupan mereka dan untuk selanjutnya mereka mampu menerapkan budaya dan tradisi mereka di dalam dunia modern. Maka tepat untuk mengatakan bahwa pembangunan di sini sebagaimana yang disajikan dalam tesis ini adalah bukan kata yang yang harus ditakuti oleh negaranegara berkembang dan terpinggirkan, tetapi harus didorong untuk dilaksanakan.

The problem of understanding development in the context of developing countries like the Philippines has somewhat been misunderstood by others as victimizing the Indigenous People inhabiting a certain land, like making them change their way of life, embrace modernity, and be detached to their traditions, culture, and beliefs; thus, this paper was conducted to show how development does not completely eliminate the traditions, culture, and beliefs of the Indigenous Peoples, particularly the Obo Manobo tribe of Mt. Apo in Kidapawan; and that the people responsible for that development are not there to abuse or use the people who inhabit the land and exploit the abundant resource, and to create negative changes for the inhabitants. This paper made use of qualitative data where an in-depth interview with selected IP leaders was held. Library research was done, correspondence with an EDC executive took place, and a direct observation in the research location was conducted. Based on the interviews, correspondence, and direct observation, it was found that the development (in the case of the Obo Manobo tribe at Mt. Apo) did not change totally their lifestyle including their religiosity; moreover, it did not bring negativities to them, and it did not cause extinction of their culture as they have preserved them. Development has instead enhanced their life; furthermore, they were able to impose their culture and traditions to the modern world. It is then right to say that development here as presented in the paper is not a word to be dreaded by the developing and the marginalized countries, but to be encouraged to be implemented.

Kata Kunci : Pembangunan, negara berkembang, masyarakat adat, budaya, tradisi dan kepercayaan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.