Laporkan Masalah

PENGARUH PROGRAM SERTIFIKASI TANAH TERHADAP AKSES PERMODALAN BAGI USAHA MIKRO DAN KECIL (STUDI KASUS PROGRAM SERTIFIKASI TAHUN 2008 DI KABUPATEN KULON PROGO)

Istikomah, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A.,

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini dilakukan dalam rangka menganalisis sejauhmana pengaruh Program Sertipikasi Tanah Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terhadap akses permodalan melalui identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengusaha mikro dan kecil (PMK) dalam memanfaatkan Sertipikat Hak Milik atas Tanah (SHM) sebagai agunan dan identifikasi pengaruh program sertipikasi terhadap kenaikan jumlah pinjaman yang diberikan lembaga keuangan kepada PMK selaku pemilik tanah. Penelitian dilakukan terhadap Program Sertipikasi Tanah UMK tahun 2008 di Kabupaten Kulon Progo yang diselenggarakan di Kelurahan Banjaroyo Kecamatan Kalibawang. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepada PMK baik yang mengikuti program sertipikasi tanah UMK maupun yang tidak mengikuti program. Data sekunder sebagai pendukung meliputi gambaran umum lokasi penelitian, data peserta program sertipikasi dan pelaksanaan program sertipikasi tanah UMK tahun 2008, serta profil koperasi sasaran program sertipikasi. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan PMK dalam memanfaatkan SHM sebagai agunan (Y1) menggunakan analisis regresi binary logit dengan variabel bebas meliputi keinginan pengembangan usaha (X1), kesesuaian jumlah kredit yang diperoleh dengan jumlah yang dibutuhkan (X2), persepsi prosedur peminjaman lembaga keuangan (X3), persepsi kemampuan membayar pinjaman (X4), umur (X5), jenis kelamin (X6), tingkat pendidikan (X7), Keikutsertaan PMK dalam program sertipikasi tanah UMK (X8) dan jumlah tenaga kerja (X9). Dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan pinjaman dari lembaga keuangan (Y2) menggunakan analisis regresi linear berganda dengan variabel bebasnya meliputi omzet usaha (X1), penggunaan sertipikat sebagai agunan (X2), persepsi PMK terhadap analisis yang diterapkan lembaga keuangan (X3), umur (X4), jenis kelamin (X5), tingkat pendidikan (X6), dan keikutsertaan PMK dalam program sertipikasi tanah UMK (X7). Hasil penelitian untuk Y1 menunjukkan variabel keinginan pengembangan usaha (X1), kesesuaian jumlah kredit yang diperoleh dengan jumlah yang dibutuhkan (X2) dan persepsi kemampuan membayar pinjaman (X4), berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan PMK dalam memanfaatkan SHM sebagai agunan sedangkan persepsi prosedur peminjaman lembaga keuangan (X3) signifikan tetapi berpengaruh negatif. Untuk Y2 hasil analisis menunjukkan bahwa variabel omzet usaha (X1), persepsi PMK terhadap analisis yang diterapkan lembaga keuangan (X3) dan umur reponden (X4) berpengaruh signifikan terhadap kenaikan jumlah pinjaman lembaga keuangan, dengan arah hubungan positif untuk variabel omzet usaha (X1) dan persepsi PMK terhadap analisis yang diterapkan lembaga keuangan (X3). Variabel umur reponden (X4) arah hubungannya negatif.

The study was conducted to analyze the extent of the influence of land certification program on Micro and Small Enterprises (MSEs) to access capital through the identification of factors that influence the decision of micro and small entrepreneurs (MSEs) in the use of Certificate of Land Ownership (SHM) as collateral and identification of the influence of certificate program to increase total loans granted to MSEs as the land owner. The research focused on land certificate program 2008 in the District of Kulonprogo primarily on Village Banjaroyo Kalibawang. The identification of factors that influence the decision of MSEs in using SHM as collateral (Y1) has conducted by using binary logit regression analysis with the independent variables are the desire of business development (X1), suitability of total loans earned by the required amount (X2), MSEs’s perception of financial institutions on lending procedures (X3), perception of ability to repay the loan (X4), age (X5), sex (D1), educational level (X6), MSEs’s participation in land certificate program (D2) and total labor (X7). The identification of factors that affect the increase in lending from financial institutions (Y2) has been conducted by using multiple linear regression analysis with the independent variables included omzet (X1), the use of certificate as collateral (D1), MSEs’s perception on the analysis of financial institutions (X2), age (X3), sex (D2), educational level (X4), and MSEs’s participation in the certificate program (D3). The results for Y1 indicated that variables desire for business development (X1), suitability of total loans earned by the required amount (X2) and perception of ability to repay the loan (X4) have a positive and significant impact on the use of SHM as collateral, while MSEs’s perception of financial institutions on lending procedures (X3) was significant but negative effect. For Y2, the analysis results showed that omzet (X1), MSEs’s perception on the analysis of financial institutions (X3) and age (X4) has significant influence on the increased total loans of financial institutions, with the direction of the positive relationship for the omzet (X1) and MSEs’s perception analysis on financial institutions (X3). Age (X4) has negative relationship.

Kata Kunci : Program Sertipikasi Tanah UMK, akses permodalan, keputusan PMK dalam memanfaatkan SHM sebagai agunan kredit, kenaikan jumlah pinjaman dari lembaga keuangan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.