KAJIAN NILAI KUAT TEKAN BEBAS TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DICAMPUR KAPUR DAN SEMEN SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATU BATA
NURAIDA, Dr.Ir. Hary Christady H.,M.Eng.DEA.,
2013 | Tesis | S2 Teknik SipilFenomena tanah ekspansif merupakan salah satu masalah serius dalam geoteknik yang harus segera ditangani. Kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat berupa kerugian material maupun non material. Tanah ekspansif di lokasi Soko Ngawi selain dapat mengakibatkan kerusakan, bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan batu bata dengan campuran semen dan kapur tanpa melalui proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembuatan batu bata tanah ekspansif menggunakan campuran semen dan kapur. Metode yang digunakan mencampur semen dan kapur dengan kadar campuran 8%, 12% ,14% semen. Mencampur 4% semen terhadap 8%,12%,16% kapur dan 3% kapur terhadap 6% 9%, 12% semen. Uji kuat tekan bebas ditinjau pada waktu pemeraman 0, 7, 14 dan 28 hari. Uji pengembangan dilakukan pada kadar campuran yang nilai kuat tekan bebas (qu) > 2 MPa. Hasil pengujian sifat fisis tanah menunjukkan tanah lempung dari desa Soko Ngawi-Jatim pada sistem klasifikasikan USCS digolongkan jenis tanah CH dengan nilai aktivitas sebesar 2,50 (aktif) dan potensi pengembangan sebesar 17,63% (tinggi). Penambahan semen-kapur pada pengujian kuat tekan bebas akan efektif pada masa pemeraman 28 hari. Untuk campuran optimal pada pembuatan batu bata tanah ekspansif terdapat pada kadar campuran 14% semen sebesar 2,24 MPa, 4% semen-12% kapur sebesar 2,17 MPa, 4% semen-16% kapur sebesar 2,32% dan 3% kapur-12% semen sebesar 2,03%. Hasil ini didapatkan dari pengujian kuat tekan dengan batu bata mutu tingkat I dengan kuat tekan rata-rata > 2 MPa. Hasil pengujian serapan air menunjukkan penurunan daya serap air seiring penambahan kadar campuran dibanding dengan tanah asli daya serap air terendah didapatkan pada kadar campuran 14% semen sebesar 21,61%; 4% semen-16% kapur sebesar 30,82, 3% kapur-12% semen sebesar 27,41% dari daya serap air tanah asli sebesar 32,03%. Pengujian daya serap air yang diperoleh pada penelitian ini lebih besar dari persyaratan pembuatan batu bata yaitu < 20%. Hal penting yang harus ditinjau dari pembuatan batu bata tanpa pembakaran adalah nilai kuat tekan, daya serap air dan potensi pengembangan. Pada pengujian pengembangan secara keseluruhan pencampuran semen dan kapur untuk pencampuran tanah cukup baik, terlihat dari berkurangnya nilai pengembangan tanah dengan persentase semen dan kapur yang lebih besar.
The phenomenon of expansive soils is one of the serious problems in geotechnical must soon be addressed. Expansive soil in Soko the paths other than can result in damage, can be used as material for for making bricks with a mixture of cement and lime without through the process of combustion. This research aims to analyze the brick making expansive soils using a mixture of cement and lime. The results of this study indicate with variations in cement content of 8%, 12%, and 14%. A total of six kinds of mixture were made with a proportion of cement with a 4% variation of 8%, 12%, 16% by Lime; testing by using a mixture of 3% lime with a variation of 6%, 9%, 12% by cement. The investigation was done on four combination of soil cement and lime mixture with 0, 7, 14, and 28 curing time. Swelling test is conducted at unconfined compressive strength test value (qu) of mixing level > 2 MPa. The results of soil physics behaviour shows clay Ngawi, Soko-East Java which in classification system of USCS is named CH with 2,50 of activity value (active) and 17,63% (high) of swelling potential. Addition of lime-cement at unconfined compressive strength testing will be effective at 28 days of mixing period. For optimum mixing rate of brick from expansive soil at proportion level 14% cement as 2,24 MPa; 4% cement-12% as 2,17 MPa; 4% 16% cement-lime as 2,32%; and 3% lime-12% cement as 2,03%. This result is gained from compressive strength testing with first class brick wich unconfined compressive strength rate > 2 MPa. The result of water absorption test shows capability of water absorption decrease as addition mixing rate compare with original soil which it’s lowest water absorption capability at rate of 4% cement as 21,61%; 4% cement-16% lime as 30,82; 3% lime-12% cement as 27,41% from water absorption capability of original soil as 32,03%. Water absorption capability test from this research is bigger from requirement of normal brick process in which < 20%. The important of issues of making bricks without flaming is compression value, capability water absorption and swelling potential. At overall swelling test, mixing of cement and lime for soil mixture seems good, shows from reduce of swelling with bigger percentage of cement and lime.
Kata Kunci : tanah ekspansif, batu bata, semen, kapur, kuat tekan bebas