Laporkan Masalah

HIPOALBUMINEMIA SEBAGAI PREDIKTOR KEMATIAN CEDERA KEPALA BERAT

Eni Nurhidayati, dr. Indarwati Setyaningsih, Sp.S(K)

2013 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit Saraf

Cedera kepala merupakan penyebab kematian yang utama terutama pada usia muda. Hipoalbuminemia terjadi pada 88 % pada cedera kepala berat, 52 % pada cedera kepala sedang dan 33% pada cedera kepala ringan. Pasien dengan kadar albumin <3,4g/dL mempunyai risiko 2,5 kali untuk mati.Penelitian tentang hipoalbuminemia sebagai prediktor kematian cedera kepala berat belum pernah dilakukan di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hipoalbuminemia sebagai prediktor kematian cedera kepala berat. Metode penelitian menggunakan kohort retrospektif. Subjek penelitian diambil berdasarkan rekam medis rawat inap RSUP DR. Sardjito Yogyakarta dari 1 Januari 2008 sampai 31 Desember 2009. Kode diagnosis SO6.4, SO6.5, SO6.6, SO6.7, SO6.8 .Subjek dibagi dalam dua kelompok 50% dengan hipoalbuminemia dan 50% dengan normoalbuminemia. Uji hipotesis anlisis univariat menggunakan Chi- Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik, survival analysis menggunakan kaplan meier. Jumlah populasi target sebanyak 1778, dengan kode diagnosis SO6.4, SO6.5, S06.6, S06.7, dan S06.8 sebanyak 277. Jumlah sampel yang masuk kriteria inklusi sebanyak 144.Secara acak diambil 120 terdiri dari 60 subjek dengan hipoalbuminemia dan 60 subjek dengan normoalbuminemia. Perbandingan antara subjek laki-laki dan perempuan 2,6:1. Keadaan saat keluar 33,3% subjek meninggal dan 66,7% hidup. Subjek dengan hipoalbuminemia ringan sebanyak 35%, hipoalbuminemia sedang 12,5% dan hipoalbuminemia berat 2,5%. Hasil analisis univariat hipoalbuminemia merupakan prediktor kematian cedera kepala berat dengan RR 2,958 (95% CI 1,33-6,566; p=0,001). Hipoalbuminemia berat memiliki RR 3,08 (95 % CI 1,21-7,83), hipoalbuminemia sedang memiliki RR 3,38 (95% CI 1,91-5,98), dan hipoalbuminemia ringan memiliki RR 1,54 (95% CI 0,81 – 2,93) dibandingkan subjek dengan normoalbuminemia. Variabel lain yang secara signifikan bermakna sebagai prediktor kematian cedera kepala berat adalah GCS, tekanan darah, lekositosis dan gambaran HCTS. Hasil analisis multivariat hipoalbuminemia merupakan prediktor independen kematian cedera kepala berat dengan RR 2,99(95%CI 1,01-8,81;p=0,04). Prediktor independen yang lain adalah GCS (RR 2,5; 95%CI 0,36-2,89 ; p=0,03), lekositosis (RR 7,57; 95% CI 1,95-25,5; p=0,03). Simpulan penelitian ini adalah hipoalbuminemia merupakan prediktor independen kematian cedera kepala berat.

Traumatic brain injury is the most cause of mortality in young people. Hypoalbuminemia was noted in 88%, 52%, and 33% of patients with severe, moderate, and mild head injury precisely. Patients with albumin level < 3,4 g/dL were 2.5 times more likely to die compared with patient with normal albumin levels. The study of hypoalbuminemia as a predictor of mortality in patients with severe head injury in Yogyakarta has not been done The objective of this research is to assess hypoalbuminemia as a predictor of mortality in patients with severe head injury. . This research used retrospective cohort study. Data were collected from medical records of patients hospitalized in DR. Sardjito Hospital, Yogyakarta from January 2008 to December 2009. Code of diagnosis are SO6.4, SO6.5, SO6.6, SO6.7, SO6.8. Subjects were divided into 2 groups: 50% subjects in the hypoalbuminemia and 50% into normoalbuminemia group. We used Chi-quare test for univariate analysis and Logistic regression for multivariate analysis. The Kaplan Meier was used to assess survyval analysis. Total number of target population is 1778, with inclusion in to SO6.4, SO6.5, S06.6, S06.7, dan S06.8 diagnosis is 277 subjects. Number of subjects included was 120 consisted male: female ratio was 2,6:1. Mortality rate is 33,3% and 66,7% alive. Total patients with mild hypoalbuminemia was 35%, moderate 12,5% and severe hypoalbuminemia was 2,5%. Hypoalbuminemia had a significant predictor of mortality in patients with severe head injury 2,958 times compared with normoalbuminemia (95% CI 1,33-6,566; p=0,001) in univariate analysis. Severe hypoalbuminemia had a significant predictor of mortality in patients with severe head injury with RR 3,08 (95 % CI 1,21-7,83), moderate hypoalbuminemia had RR 3,38 (95% CI 1,91-5,98), and mild hypoalbuminemia RR 1,54 (95% CI 0,81 – 2,93) compared with normoalbuminemia subjects. Others variables that had significant predictor are GCS, blood pressure, leucocytosis and HCTS. From multivariate analysis hypoalbuminemia are a significant predictor of mortality in patients with severe head injury with RR 2,99 (95%CI 1,01-8,81;p=0,04). Others independent predictors are GCS (RR2,5; 95%CI 0,36-2,89 ; p=0,03), leucocytosis (RR 7,57; 95% CI 1,95-25,5; p=0,03). As a conclusion, hypoalbuminemia is an independent predictor of mortality in patients with severe head injury.

Kata Kunci : Hipoalbuminemia, Cedera kepala berat, Prediktor, Kematian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.