Laporkan Masalah

PUBLIC PERCEPTION AND PARTICIPATION IN THE COASTAL SPATIAL PLAN OF SEDAU VILLAGE, WEST KALIMANTAN

Awang Dicko Mahendra, Mr. Retno Widodo D. Pramono, ST., M.Sc

2013 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Seiring dengan perkembangan fisik, ekonomi, sosial, dan budaya Kota Singkawang saat ini, pemerintah setempat berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program-program pembangunan mengenai hal tersebut. Namun, dalam prakteknya hal ini selalu menemukan beberapa kesulitan, dengan kata lain, terdapat fenomena kesenjangan pembangunan di beberapa daerah. Kondisi ini ditunjukkan oleh terbatasnya infrastruktur perekonomian, pelayanan kesehatan, pendidikan, sistem informasi, dan sebagainya. Pemerintah Kota Singkawang ingin meningkatkan kawasan pesisir Sedau menjadi lebih tertata dan berkembang. Pemerintah telah menyusun perencanaan tata ruang kawasan tersebut, namun terdapat berbagai kekhawatiran dan beragam persepsi di dalam masyarakat. Hal ini karena kurangnya informasi, dan tidak adanya partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian secara objektif untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat serta partisipasi mereka. Dalam melakukan kajian ini, diperlukan teori dan referensi yang berhubungan dengan persepsi, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan ruang (penggunaan lahan). Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif atas fenomena tersebut dalam ruang lingkup penelitian. Penelitian kualitatif menekankan pada tujuan eksploratif untuk menjelaskan bagaimana fenomena terjadi pada obyek penelitian (masyarakat). Sedangkan penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, di mana penelitian ini akan menjelaskan suatu kondisi, suatu sistem pemikiran atau peristiwa yang terjadi saat itu secara sistematis, faktual, dan akurat. Dari hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa Rencana Tata Ruang Kawasan (RTRK) Pesisir Sedau sudah mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Singkawang. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan yang besar antara tujuan yang ingin dicapai dengan kondisi eksisting kawasan ini. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis penulis, ditemukan bahwa beragam persepsi yang timbul terhadap rencana tata ruang tersebut diakibatkan dari tingkat pemahaman penduduk yang berbeda antara satu dengan yang lain karena rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya sosialisasi dari pemerintah dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana tata ruang pesisir tersebut.

Along with the physical, economic, social, and cultural development of Singkawang nowadays, the local Government has been attempted to improve the people’s welfare through such developmental programs. Therefore, in practice, it is always found several difficulties, yet in other words; there exists such phenomenon called developmental gap in some regions. This condition is indicated by limited economic infrastructure, health services, education, information system, and so on. The Local Government of Singkawang City wished to improve coastal areas of Sedau to be more organized and developed. The government has successfully accomplished the arrangement of spatial planning; therefore, there exists various concerns and perception of society. This is due to lack of information, and there is no such society participation in the process of arranging the plan. Reviewing the perception as well as the participation in the coast spatial plan of Sedau area, it absolutely needs such theory and reference related to perception, society participation, and spatial utilization (land use). While the approach applied in this study is a qualitative approach. This qualitative study emphasizes on the explorative purpose to explain how a phenomenon occurred in the object of the study, while descriptive method on this study will explain a condition, a framework or event occurred at a present systematically, factually, and accurately. From the identification result and reviewing activity, it can be concluded that the coast spatial plan of Sedau area had referred to the Regional Coast spatial plan of Singkawang City. But, still can be found such huge discrepancy between the goal and the existing condition of this area. Based on the interview and the author’s analysis, it is found that the concerns of Sedau coastal community were resulted from the various perceptions on the plan. These can be seen from the different degree of inhabitant’s understanding one another due to the low education level, lack of socialization from the government and lack of the people’s participation in the process of arranging the coast spatial plan.

Kata Kunci : Persepsi Masyarakat, Partisipasi, Penataan Ruang, Kawasan Pesisir.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.