KAJIAN SPASIAL VALUASI EKONOMI LAHAN PERTANIAN TERKONVERSI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKSI PANGAN DI KABUPATEN SLEMAN
Rika Harini, S.Si.,MP., Prof. Dr. Hadi Sabari Yunus, M.A,
2013 | Disertasi | S3 GeografiPenelitian ini dilakukan di Kabupaten Sleman yang berbatasan secara langsung dengan Kota Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji (1) Faktor-faktor penyebab konversi lahan pertanian, (2) Faktor yang berpengaruh terhadap sikap petani dalam mempertahankan lahan pertanian pada wilayah konversi lahan pertanian, (3) Nilai ekonomi total (Total Economic Value) kegiatan pertanian pada wilayah konversi lahan pertanian, (4) Pengaruh konversi lahan pertanian terhadap produksi pangan pada wilayah konversi lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan pada tiga zone wilayah kajian berdasarkan intensitas konversi lahan pertanian. Zonasi konversi lahan pertanian dilakukan melalui Overlay Citra Landsat TM tahun 1992, Citra Landsat ETM+ tahun 2000, dan Citra Alos tahun 2009. Sebagai pembanding digunakan data penggunaan lahan dari Biro Pusat Statistik dan Badan Pertanahan Nasional. Pendekatan keruangan dan ekologi digunakan dalam penelitian ini melalui metode deskriptif kuantitatif. Data primer dan data sekunder digunakan dalam penelitian ini. Data primer diperoleh dari wawancara terstruktur dan indepth interview. Data sekunder digunakan data time series meliputi : jumlah penduduk, fasilitas sosial ekonomi, produksi pertanian, penggunaan lahan, dan kondisi fisik wilayah. Responden dalam penelitian ini adalah petani yang telah mengkonversikan lahan pertanian tapi masih tetap bekerja di sektor pertanian. Penentuan responden dilakukan dengan metode purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 393 responden dari total populasi 24.954. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik regresi OLS (Ordinary Least Square), regresi Binary Logistic, dan Seemingly Unrelated Regression (SUR). Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Faktor internal di tingkat petani yang paling dominan berpengaruh terhadap konversi lahan pertanian pada zone bingkai kota adalah pendapatan non pertanian dan harga lahan, pada zone bingkai kota-desa dan zone bingkai desa-kota faktor yang paling dominan berpengaruh adalah pendapatan pertanian dan pendapatan non pertanian. Faktor eksternal di tingkat wilayah pada tiga zone penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk, peraturan pemerintah, dan PDRB berpengaruh nyata terhadap konversi lahan pertanian. (2) Sikap petani dalam mempertahankan lahan pertanian pada zone bingkai kota paling rendah dan yang paling tinggi pada zone bingkai desa kota. Nilai Total Economic Value dari kegiatan usahatani padi pada zone bingkai kota paling rendah, sedangkan paling tinggi adalah zone bingkai desa kota. Sebaliknya untuk nilai kualitas lingkungan berdasarkan biaya yang dikeluarkan petani untuk menjaga kerusakan lingkungan, pada zone bingkai kota paling tinggi dan yang paling rendah zone bingkai desa kota. (4) Dampak konversi lahan pertanian terhadap produksi pangan pada komoditas padi, jagung, kacang, dan kedelai pada tiga zone penelitian secara positif dipengaruhi oleh faktor luas lahan dan teknologi, sedangkan faktor luas konversi lahan pertanian berpengaruh secara negatif.
The research was conducted in Sleman Regency directly adjacent to the city of Yogyakarta. The aims of this research is to examine (1) determinant of agricultural land conversion, (2) factors that influence the attitudes of farmers to maintain agricultural land in areas of agricultural land conversion, (3) the total economic value of agricultural activities in the area of agricultural land conversion, (4) Impact of conversion of agricultural land for food production in the area of agricultural land conversion. The research was conducted in the three areas of study zones based on the intensity of agricultural land conversion. Zoning of agricultural land conversion through overlay Landsat TM in 1992, Landsat ETM + in 2000, and Citra Alos 2009. For comparison used land use data from the Central Bureau of Statistics and the National Land Agency. Spatial and ecological approach used in this study through quantitative descriptive method. Primary and secondary data used in this study. The primary data collected through structured interviews and in depth interview. Secondary data used time series data are population, social and economic facilities, agricultural production, land use, and the physical condition of the area. Respondents in the study were farmers who have converted agricultural land but still works in agricultural sector. The determination of the respondent's purposive sampling methods done. The number of respondents in this research 393 respondents from a total population of 24,954. The analysis in this study is done using statistical regression analysis (Ordinary Least Square), Binary Logistic Regression, and Regression Seemingly unrelated (SUR). The results of this study are: (1) internal factors at farm level that most dominant influence on the conversion of agricultural land in the city frame zone is non-farm income and land prices, the city village frame zone and village city frame zone is the most dominant factor influential non-farm income and farm income. External factors at the regional level in the three zones showed that population, government regulations, and GDP significantly affect the conversion of agricultural land. (2) The attitude of farmers to maintain agricultural land the lower in city frame zone and the highest in the village city frame zone. (3) The total economic value of rice farming activities in the city frame zone is lower, while the highest in the village city frame zone. Contrary to the value of the environmental based on the expense incurred farmers to keep the environmental damage, in city frame zone highest and the lowest in village city frame zone. (4) The impact of conversion of agricultural land for food production in paddy, maize, beans, and soy in three zones studies is positively influenced by the agriculture land area and technology, while the agricultural land conversion factor affected negatively.
Kata Kunci : Total Economic Value, Spasial, Konversi Lahan, Produksi Pangan