Pengaruh “Response time†pada Seksio Sesarea Emergensi terhadap Luaran Kehamilan di RS Sardjito
Reinhard Loho, dr. H. Risanto Siswosudarmo, SpOG(K)
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kebidanan dan Penyakit KandunganLatar belakang: Dalam mempersiapkan seksio sesarea emergensi akan melibatkan berbagai pengambilan keputusan dan menggerakkan berbagai personel dari berbagai disiplin ilmu dengan adanya pembatasan waktu tertentu demi menyelamatkan ibu dan neonatal. Ketidak harmonisan antara anggota tim akan berakibat dibutuhkannya interval waktu yang lebih panjang, sehingga morbiditas dan mortalitas ibu dan neonatal meningkat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh “response time†pada seksio sesarea emergensi terhadap luaran kehamilan di RS Sardjito. Metode: Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah kohort retrrospektif. Hasil: Didapatkan 150 kasus seksio sesarea emergensi di RS dr. Sardjito selama periode 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember 2011. Pengambilan data dilakukan secara kohort retrospektif dengan mengambil data dari rekam medik pasien yang masuk dalam subyek penelitian. Didapatkan 150 kasus seksio sesarea emergensi dari 681 kasus seksio sesarea selama tahun 2011. Dari tabel 4 dapat dilihat distribusi pelaksanaan seksio sesarea berdasarkan jam kerja didapatkan 64 kasus (42.7%) pada jam kerja dan 86 kasus (57.3%) di luar jam kerja. Berdasarkan umur kehamilan ≥37 minggu terdapat 116 kasus (77.3%) dan <37 minggu terdapat 34 kasus (22.7%). Sedangkan untuk perbedaan waktu <60 menit terdapat 22 kasus (14.7%) dan pada ≥60 menit terdapat 128 kasus (85.3%). Jenis anastesi yang digunakan adalah 123 kasus (82.6%) regional anastesi (spinal/epidural) dan 27 kasus (17.4%) GA. Dari seluruh kasus seksio sesarea emergency 90.5% operatornya adalah residen dan sisanya oleh dokter spesialis. Tidak didapatkan perbedaan bermakna pada analisis bivariat dan multivariate terhadap morbiditas dan mortalitas pada ibu dan neonatal. Kesimpulan: Tidak ditemukan perbedaan bermakna luaran morbiditas dan mortalitas terhadap ibu dan neonatal pada “response time†<60 menit dan ≥60 menit di RS Sarjito.
Background: In preparation for emergency cesarean section will involve many decisions and move the various personnel from various disciplines with specific time limits in order to save mothers and neonate. Lack of harmony among team members will result in the need for longer time intervals, so that morbidity and increased maternal and neonate mortality. Objective: To determine the effect of \"response time\" of emergency cesarean section to the outcome of pregnancy in the Sarjito hospital. Methods: The study design is a retrospective cohort. Results: There were 150 cases of emergency Caesarean section in dr. Sardjito hospital during January 1, 2011 through December 31, 2011. The data retrieval is done by taking a retrospective cohort data from medical records of patients who entered the study subjects. There were 150 cases of emergency Caesarean section in 681 cases of Caesarean section during 2011. From table 4 it can be seen that the distribution of execution Caesarean section based on worked hours, 64 cases (42.7%) founded at work and 86 cases (57.3%) in the off hours. Based on gestational age ≥ 37 weeks there were 116 cases (77.3%) and <37 weeks there were 34 cases (22.7%). As for the difference in time <60 minutes there were 22 cases (14.7%) and at ≥ 60 minutes there were 128 cases (85.3%). Type of anesthesia used was 123 cases (82.6%) regional anesthesia (spinal/ epidural) and 27 cases (17.4%) GA. From all cases of emergency Caesarean section, 90.5% operator is a resident and the rest by a specialist. There were no significant differences in bivariate and multivariate analyzes to morbidity and mortality to maternal and neonatal. Conclusion: No significant difference was found morbidity and mortality outcomes for maternal and neonatal care in the \"response time\" <60 minutes and ≥ 60 minutes at Sarjito Hospital.
Kata Kunci : seksio sesarea emergency, response time, waktu persalinan