DAMPAK INFEKSI Porphyromonas gingivalis PADA JARINGAN PERIODONTAL MATERNAL TERHADAP PERTUMBUHAN JANIN
BANUN KUSUMAWARDANI, Prof. dr. Marsetyawan HNES., M.Sc., Ph.D.
2013 | Disertasi | S3 Kedokteran UmumKelangsungan hidup dan pertumbuhan janin sangat bergantung pada plasenta. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan peningkatan apoptosis sel-sel trofoblas selama kehamilan adalah infeksi intrauterin. Porphyromonas gingivalis penyebab penyakit periodontal maternal diduga mengakibatkan gangguan kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dampak infeksi Porphyromonas gingivalis di jaringan periodontal maternal terhadap pertumbuhan janin dengan menganalisis pengaruh ekspresi TLR-2, TLR-4, TNF-α, IL-10 dan caspase-3 dalam plasenta terhadap berat plasenta, berat janin dan panjang janin. Subyek penelitian adalah tikus betina Sprague-Dawley, yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Setiap kelompok perlakuan terdiri dari 5 tikus hamil yang dietanasi pada GD 14 dan GD 20. Induksi periodontitis eksperimental dilakukan dengan cara menginjeksikan 0,05 ml Porphyromonas gingivalis ATCC 33277 hidup dengan konsentrasi 2x10 9 CFU/ml pada area sulkus gingiva distobukal dan distopalatal molar pertama rahang atas. Darah pleksus vena retro-orbital induk dan darah tali pusat segera dilakukan uji bakteremia, sedangkan serum darah induk dan cairan amniotik dilakukan uji endotoksemia pada GD 14 dan GD 20. Setiap janin diambil dari kantung khorioamniotiknya. Berat plasenta, berat lahir hidup dan panjang janin hidup dihitung dan dicatat untuk setiap induk tikus. Selanjutnya, plasenta diuji secara imunohistokimiawi untuk mengetahui ekspresi TLR-2, TLR-4, TNF-α, IL-10 dan caspase-3. Hasil penelitian ini menunjukkan telah terjadi penyebaran Porphyromonas gingivalis ke dalam aliran darah induk dan tali pusat janin. Selanjutnya, rerata konsentrasi LPS cairan amniotik berbeda nyata (P<0,005) pada GD 14 dan GD 20 di antara keempat kelompok infeksi periodontal, dengan konsentrasi LPS tertinggi yaitu kelompok Pg-BD 10,89±7,35 EU/ml pada GD 14 dan 32,56±8,19 EU/ml pada GD 20. Infeksi bakteri Porphyromonas gingivalis di jaringan periodontal induk juga mengakibatkan berat plasenta, berat janin dan panjang janin pada kelompok Pg-BD, Pg-B dan Pg-D lebih rendah (P<0,005) daripada kelompok kontrol baik pada GD 14 maupun GD 20. Ekspresi TLR-4, TLR-2, TNF-α, IL-10 dan caspase-3 dalam plasenta berpengaruh (P<0,005) terhadap berat plasenta, berat janin dan panjang janin. Semakin banyak TLR-4, TLR-2, TNF-α, IL-10 dan caspase-3 terekspresi dalam plasenta maka akan mengakibatkan berat plasenta, berat janin dan panjang janin semakin rendah. Semakin rendah berat plasenta akan mengakibatkan berat janin dan panjang janin pada GD 14 dan GD 20 semakin rendah pula. Kesehatan periodontal induk mempengaruhi status maternal selama kehamilan yang diimplikasikan oleh perubahan fungsi plasenta dan pertumbuhan janinnya. Infeksi Porphyromonas gingivalis pada jaringan periodontal induk mengakibatkan penurunan berat plasenta, berat janin dan panjang janin, yang dimediasi oleh peningkatan ekspresi TLR-2, TLR-4, TNF-α, IL-10 dan caspase-3 pada plasenta.
The growth and survival of fetus depends on placenta. Intrauterine infection can result the increased apoptosis of trophoblast during pregnancy. Porphyromonas gingivalis-infected periodontal maternal is expected to result in pregnancy adverse. The aim of this study was to evaluate the effects of Porphyromonas gingivalis infection in periodontal tissues maternal to fetal growth by analyzing the effect of TLR-2, TLR-4, TNF-α, IL-10 and caspase-3 expression in the placenta to the placental weight, fetal weight and fetal length. The subjects of study were Sprague-Dawley female rats, which were subdivided into four groups. Each group consisted of five pregnant rats which euthanized on GD 14 and GD 20. Induction of experimental periodontitis was performed by injection of 0.05 ml live-Porphyromonas gingivalis ATCC 33277 with a concentration of 2x10 9 CFU/ml into the distopalatal and distobuccal gingival sulcus area of maxillary first molar. Blood of the maternal retro-orbital venous plexus and the umbilical cord were conducted immediately to bacteremia test, while the maternal blood serum and amniotic fluid were conducted to endotoxemia test. Each fetus was taken post-mortem from the chorioamniotic sac. Placental weight, fetal weight and fetal length were counted and recorded for each of the maternal. Furthermore, the placental immunohistochemically was undertaken to determine the expression of TLR-2, TLR-4, TNF-α, IL-10 and caspase-3. This study has identified Porphyromonas gingivalis dissemination into the maternal bloodstream and the umbilical cord. Furthermore, the mean of LPS concentrations in amniotic fluid on GD 14 and GD 20 was significantly different (P<0,005) among the four maternal periodontal infection groups. Porphyromonas gingivalis infection in maternal periodontal tissue may result in placental weight, fetal weight and fetal length on the Pg-BD, Pg-B and Pg-D groups lower (P<0,005) than control group on both GD 14 and GD 20. Expression of TLR-4, TLR-2, TNF-α, IL-10 and caspase-3 in the placenta affects (P<0.005) to the placental weight, and the fetal weight and length. The increased expression of TLR-4, TLR-2, TNF-α, IL-10 and caspase-3 in the placenta would result in decreased placental weight, fetal weight and fetal length. The decreased weight of placenta would result in reduced weight and length of fetuses on GD 14 and GD 20. Therefore, it can be concluded that the maternal periodontal health during pregnancy affects maternal status implied by changes in placental function and fetal growth. Porphyromonas gingivalis infection in maternal periodontal tissue can result in decreased placental weight, fetal weight and fetal length which mediated by increased expression of TLR-2, TLR-4, TNF-α, IL-10 and caspase-3 in the placenta.
Kata Kunci : Porphyromonas gingivalis, penyakit periodontal, sitokin inflamasi, restriksi pertumbuhan janin