PENGUJIAN EKSPERIMENTAL ATAS PENGARUH FORMAT LAPORAN RISIKO DALAM KERANGKA TEORI PROBABILISTIC MENTAL MODEL TERHADAP KEPUTUSAN ANALIS INVESTASI
NEGINA KENCONO PUTRI, Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc.,
2013 | Disertasi | S3 Ilmu AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penyusunan laporan risiko oleh perusahaan perbankan di Indonesia terhadap keputusan investasi. Kewajiban penyusunan laporan risiko merupakan bagian dari kebijakan PSAK No. 60 tahun 2010. PSAK tersebut mewajibkan perusahaan perbankan di Indonesia untuk menyusun laporan risiko secara kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini juga bertujuan untuk melakukan pengujian atas Teori Probabilistic Mental Model (PMM) sebagai penjelasan dari framing effect pada konteks penyampaian informasi dan laporan risiko dalam format yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan metoda field experiment secara on-line dengan melibatkan 54 orang analis investasi sebagai partisipan. Eksperimen dilakukan untuk menguji apakah format informasi risiko yang berbeda (sensitivity analysis, value at risk, dan tabular format) - yang diberikan dalam waktu berurutan berkaitan dengan adanya framing effect yang dijelaskan melalui kerangka PMM - dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan dalam penelitian ini memilih untuk melakukan tindakan yang tidak berisiko saat informasi disajikan dalam frame positif, dan keputusan yang kurang berisiko saat informasi disajikan dalam frame negatif. Informasi gains atau losses yang menyertai informasi risiko dalam instrumen eksperimen tidak mempengaruhi keputusan investasi yang mereka lakukan. Selain itu, partisipan dalam penelitian ini memberikan apresiasi yang lebih baik kepada perusahaan yang melaporkan laporan risiko secara lengkap (kualitatif dan kuantitatif) dibandingkan dengan perusahaan yang hanya melaporkan risiko secara kualitatif saja. Adanya tambahan informasi kuantitatif juga meningkatkan keyakinan partisipan dalam menyusun keputusan investasi. Penelitian ini juga menghasilkan temuan yang menunjukkan sebagian besar partisipan memilih tabular format sebagai format informasi risiko yang dianggap paling informatif dan meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan analisis investasi. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan metoda eksperimen yang tidak hanya mempertimbangkan frame informasi akuntansi terhadap keputusan investasi, melainkan juga mempertimbangkan pengaruh isi dari informasi akuntansi terhadap keputusan investasi, dengan melibatkan analis atau investor baik individual maupun institusional.
This study aimed to examine the effect of preparation of the risk by banking companies in Indonesia to investment decisions. Liability preparation of risk is part of the policy of PSAK No. 60 in 2010. The PSAK requires banking companies in Indonesia to prepare a risks report both qualitatively and quantitatively. The study also aimed to test the theory of Probabilistic Mental Model (PMM) as an explanation of the framing effect in the context of information reporting and presentment of risk in different formats. The research was conducted by on-line field experiment which involved 54 investment analysts as participants. Experiments carried out to test whether different risk information formats (sensitivity analysis, value at risk, and tabular format) - given in sequential time related to the framing effect described through the framework of the PMM - can affect investment decision-making process. The results showed that the participants in this study chose to perform actions that are not at risk when information is presented in a positive frame and less risky decisions when information is presented in a negative frame. Information accompanying the gains or losses of information risk in experimental instrument does not affect the investment decisions that they do. In addition, the participants in this study provide a better appreciation of the company that reported the full risk report (qualitative and quantitative) as compared to a company that just reported a qualitative risk alone. The additional quantitative information also increases the confidence of participants in formulating investment decisions. The finding also showed that most participants chose tabular format as the format of risk information that is considered the most informative and could improve their ability to perform investment analysis. Further research experimental study can be done not only consider the frame of accounting information for investment decisions, but also consider the effect of the content of the information accounting for the investment decisions, involving analysts or investors, both individual and institutional.
Kata Kunci : PSAK No. 60, Probabilistic Mental Model Theory, Sensitivity Analysis, Value at Risk, Tabular Format