KONSEKUENSI HUKUM OBJEK JAMINAN FIDUSIA YANG BELUM DIDAFTARKAN BAGI LEMBAGA PEMBIAYAAN SEBAGAI KREDITOR (Studi Kasus: Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 140 K/Pid/2012)
Deidira Deviany Putri, Veri Antoni, S.H., M.Hum
2013 | Tesis | S2 Magister HukumTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan pembiayaan sebagai kreditor apabila jaminan fidusia belum didaftarkan sedangkan pihak debitor melakukan wanprestasi dan untuk mengetahui konsekuensi hukum yang diterimalembaga pembiayaan sebagai kreditor apabila melaksanakan eksekusi terhadap objek jaminan fidusia yang belum didaftarkan. Penyusunan tesis ini dilakukan berdasarkan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer dan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder, dengan masing-masing teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumen. Seluruh data kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini adalah kedudukan lembaga pembiayaan sebagai kreditor apabila objek jaminan fidusia belum didaftarkan sedangkan pihak debitor melakukan wanprestasi yaitu kreditor tidak memiliki hak mendahului atau hak preferen sehingga kreditor belum memiliki hak untuk melakukan eksekusi karena belum memiliki Sertifikat Jaminan Fidusia.Konsekuensi hukum yang diterima Lembaga Pembiayaan sebagai kreditor apabila melaksanakan eksekusi terhadap objek jaminan fidusia yang belum didaftarkan adalah kreditor dianggap melakukan perbuatan melawan hukum karena melakukan eksekusi tanpa adanya Sertifikat Jaminan Fidusia yang merupakan syarat untuk melakukan eksekusi sebagai tanda bahwa objek jaminan tersebut telah didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia.
The purpose of this study was to determine funding position as fiduciary creditor if the debtor has not filed while in default and to determine the legal consequences received financial institutions as creditors when carrying out the execution of fiduciary objects that have not been registered. The preparation of this thesis is based on field research to obtain primary data and literature research to obtain secondary data, with each technique through interviews and document study. All data were then analyzhed with qualitative methods. The results of this study are position of financial institutions as creditors object fiduciary if not registered while the debtor is in default creditors have no rights or preferential rights that preceded the creditor does not have the right to execute because it has not had a fiduciary certificates and accepted legal consequences as a creditor financial institutions carry out the execution of an object that has not been registered fiduciary creditor is deemed to act against the law for execution as a sign that the object of the guarantee has been registered to the registration office fiduciary.
Kata Kunci : fidusia, leasing, wanprestasi