PERSEPSI TERHADAP RISIKO DITINJAU DARI PENGETAHUAN, MOTIVASI, KETRAMPILAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA KARYAWAN PT. SARANA KARYA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Wa Ode Liliyana, Hendarto Budiyono, SMI., MM.,
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaKemampuan untuk mempersepsi bahaya dan mengenal bahaya adalah sangat penting dalam keselamatan kerja. Untuk bertindak secara benar dibutuhkan kemampuan untuk mengenali bahaya dalam situasi yang sangat cepat. Keputusan untuk bertindak yang benar akan berdampak pada keselamatan kerja dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan K3, motivasi K3 dan ketrampilan K3 dengan persepsi terhadap risiko pada karyawan di PT. Sarana Karya. Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan rancangan potong lintang. Subyek penelitian adalah karyawan PT. Sarana Karya, dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat dengan uji korelasi pearson product moment dan regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan K3, motivasi K3 dan ketrampilan K3 dengan persepsi terhadap risiko, dimana pengetahuan K3 memberikan kontribusi sebesar 21,92% , motivasi K3 memberikan kontribusi sebesar 24,11% dan ketrampilan K3 memberikan kontribusi sebesar 20,42%. Hubungan antara pengetahuan K3, motivasi K3 dan ketrampilan K3 secara simultan (bersama-sama) pada persepsi terhadap risiko di tempat kerja sebesar 66,4%. Untuk pengetahuan K3 dengan Motivasi K3 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan memberikan kontribusi sebesar 31,47%, pengetahuan K3 dengan Ketrampilan K3 sebesar 27,87% dan motivasi K3 dengan Ketrampilan K3 sebesar 31,67%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variabel pengetahuan K3, motivasi K3 dan ketrampilan K3 memiliki hubungan positif yang searah dengan Persepsi terhadap risiko. Penemuan mengindikasikan pentingnya pelatihan K3, safety talk di perusahaan dalam meningkatkan perbaikan perilaku aman dalam bekerja sehingga terhindar dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
The ability to perceive and to know hazards is very important in occupational health and safety. Regarding to this statement, a proper act is required in order to do right to save life. The aim of this study is to determine the relationship of knowledge, motivation and skills of Occupational Health and Safety with perceptions of risk to officers at Sarana Karya., Ltd. This is an observational study using cross-sectional design. Subjects were officers of Sarana Karya., Ltd, a sample of as many as 63 people. The analysis used is univariate, bivariate analysis and multivariate analysis with Pearson product moment correlation test and multiple linear regression. The results showed no significant relationship between knowledge, motivation and skills of Occupational Health and Safety with perceptions of risk, where contribution of knowledge of Occupational Health and Safety is 21.92%, motivation of Occupational Health and Safety is 24.11% and skill of Occupational Health and Safety contributed 20.42 %. The relationship between knowledge, motivation and skills of Occupational Health and Safety to perception of risk in the workplace is simultaneously showed 66.4%. There is a significant relationship between Occupational Health and Safety knowledge and Occupational Health and Safety motivation with an account for 31.47%; Occupational Health and Safety knowledge and Occupational Health and Safety skills for 27.87%; and Occupational Health and Safety motivation and Occupational Health and Safety itself for 31.67%. This study concluded that the variables of Occupational Health and Safety knowledge, motivation and skills have a direct positive relationship with the perception of risk. The findings indicate the importance of Occupational Health and Safety training, safety talk at the company in order to improve behavior in working safely to avoid accidents at work and occupational diseases.
Kata Kunci : Pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, motivasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja, keterampilan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, persepsi risiko di tempat kerja, Sarana Karya