Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH DANA OTONOMI KHUSUS, PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PENDAPATAN PERKAPITA ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PAPUA

VERONIKA MARIANA.WEJOM. SARAUN, Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc. Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Penelitian ini adalah tentang Pendapatan Perkapita di Papua. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis pengaruh Dana Otonomi Khusus, Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal terhadap Pendapatan Perkapita di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. (2) Untuk menganalisis hubungan antara Dana Otonomi Khusus, Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal terhadap Pendapatan Perkapita di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. (3) Untuk menganalisis perbedaan besar kecilnya Dana Otonomi Khusus, Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal dan Pendapatan Perkapita antar Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 17 (tujuh belas) Kabupaten/Kota induk di Papua sementara data yang dipergunakan adalah data sekunder dalam bentuk runtun waktu (time series) selama 7 (tujuh) tahun yaitu tahun 2004 - 2010 yang diperoleh dari Kantor BPKAD Papua dan Kantor Badan Pusat Statistik Papua. Adapun data yang dikumpulkan berupa data laporan realisasi APBD dan data PDRB Perkapita baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi tahun 2004 - 2010. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Analisis Regresi Linier Berganda, (2) Analisis Korelasi/Korelasi Pearson, (3) Uji Beda Sampel Independen/Independent Samples Test. Hasil kesimpulan dari analisis (1) Dana Otonomi Khusus dan Belanja Modal berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Perkapita di Papua & Papua Barat. Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh terhadap Pendapatan Perkapita di Papua sedangkan di Papua Barat PAD berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Perkapita, (2) Terdapat korelasi atau hubungan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan Pendapatan Perkapita di Papua dan Papua Barat. Khusus di Papua tidak ada korelasi antara Dana Otonomi Khusus dengan Pendapatan Perkapita sedangkan di Papua Barat Dana Otonomi Khusus berkorelasi positif dan memiliki hubungan yang kuat dengan Pendapatan Perkapita. Untuk Belanja Modal di Papua terlihat adanya hubungan/korelasi yang positif dan kuat dengan Pendapatan Perkapita sedangkan di Papua Barat terlihat tidak ada korelasi atau hubungan antara Belanja Modal dengan Pendapatan Perkapita, (3) Terdapat perbedaan yang signifikan pada besarnya Pendapatan Asli Daerah antar Kabupaten/Kota baik di Papua maupun di Papua Barat yang ditunjukan dengan p value (sig.t) lebih kecil dari (0,05). Sedangkan Untuk Dana Otonomi Khusus tidak terdapat perbedaan antar Kabupaten/Kota di Papua & Papua Barat. Terdapat adanya perbedaan besarnya Belanja Modal antar Kabupaten/Kota di Papua sedangkan di Papua Barat besarnya Belanja Modal antar Kabupaten/Kota tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan.

The research is concerning Per capita Income in Papua. The research objective are: (1) to analyze effect of Special Autonomy Fund, Local Revenue and Capital Expenditure to Per capita Income in Papua and Province of West Papua. (2) to analyze relationship between Special Autonomy Fund, Local Revenue and Capital Expenditure to Per capita Income in Papua and Province of West Papua. (3) to analyze differences in amount of Special Autonomy Fund, Local Revenue, Capital Expenditure and Per capita income between districts/ cities in Papua and Province of West Papua. The research is descriptive with total sample as much as 17 (seventeen) Districts/main Cities in Papua while data used are secondary data in form of time series for 7 (seven) years i.e., by 2004 - 2010 obtained from Papua BPKAD Office and Papua Statistics Center Office. Data collected in form of APBD realization report data and per capita PDRB data both in district/city level or provincial level by 2004 - 2010. Analytical instrument used in this research are (1) Multiple Linear Regression Analysis, (2) Correlation Analysis/ Pearson Correlation, (3) Independent Samples Test. The conclusions from the analysis were (1) Special Autonomy Fund and Capital Expenditure has significant influence to per capita on income in Papua and West Papua. The revenue does not influend the per capita income in Papua while in West Papua PAD has significant influence to Per capita Income, (2) There is correlation or relationship between Local Revenue (PAD) with Per capita Income in Papua and West Papua. Special in Papua there is no correlation between Special Autonomy Fund with Per capita Income, while in West Papua Special Autonomy Fund has positive correlation and has strong correlation with Per capita Income. For Capital Expenditure in Papua is seen a positive and strong correlation with Per capita Income, while in West Papua looked no correlation or relationship between Capital Expenditures with Per capita Income, (3) There are significant differences in the amount of Local Revenue among districts/cities both in Papua and West Papua which indicated by p value (sig.t) is smaller than (0.05). While to Special Autonomy Fund no difference between districts/cities in Papua and West Papua. There is difference between the amount of Capital Expenditures among Districts/cities in Papua, while in West Papua the amount of Capital Expenditures among districts/cities did not show any significant difference.

Kata Kunci : Pendapatan Perkapita, Dana Otonomi Khusus, Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal, Regresi Linier Berganda, Korelasi, Independent Sample Test, Papua.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.