THE CHILD FRIENDLY CITY APPROACH TO CREATING A SECURE URBAN LIVING ENVIRONMENT IN MAKASSAR MUNICIPALITY
Ratna Juwita, Prof. Bambang Hari Wibisono
2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahSebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, kondisi perekonomian Makassar tumbuh dengan pesat. Bertempat tinggal di wilayah dengan perekonomian yang berkembang dengan pesat berarti hidup di lingkungan yang padat, kurang aman and lingkungan yang tercemar untuk anak-anak. Kondisi di mana ruang luar yang kondusif dan ramah lingkungan mulai menghilang. Namun undang-undang tentang perlindungan anak telah membuka kemungkinan baru untuk memperjuangkan hak-hak anak-anak untuk memiliki ruang bermain yang tepat, berpartisipasi dan hidup di lingkungan yang aman dan bersih. Dalam studi ini, anak-anak SD dan SMP disurvei mengenai persepsi mereka dan ide-ide tentang ruang di sekitar mereka dalam jangka untuk mengeksplorasi dan memahami tentang bagaimana mereka menilai lingkungan hidup perkotaan mereka. Argumen untuk meyakinkan para stakeholder akan kebutuhan anak-anak di luar ruang yang lebih baik dan kapasitas mereka. Bahwa dengan mengembangkan kapasitas anakanak melalui partisipasi, dapat mengembangkan dan membangun kesadaran mereka untuk bertanggung jawab sejak dini sebagai generasi penerus yang lebih lanjut dapat membantu melindungi diri mereka dari lingkungan tinggal di perkotaan yang terdegradasi.
As one of the metropolitan cities in Indonesia, Makassar’s economic condition rapidly grows. Living in an economically growing area will mean living in crowded, unsafe and polluted environments for children. Condition where place for children to play in conducive outdoor spaces and engage with natural environment diminish. Nonetheless law on children protection has open up new possibilities to fight for the rights of children to have appropriate playing spaces, participate and live in safe and clean environment. In this study, children from elementary and junior high school students were surveyed regarding to their perception and ideas about the spaces around them in term to explore and understand on how they appraise their urban living environment. An argument to convince stakeholders of children’s need on better outdoor spaces and their valuable capacities. Capacities that through children participation can be develop into awareness to build their responsibility as future residents which further may help to protect their selves from degraded environment.
Kata Kunci : children’s perceptions, outdoor spaces, capacity, participation, degraded environment