Laporkan Masalah

THE IMPACTS OF THE IMPLEMENTATION OF THE FLEGT (FOREST LAW ENFORCEMENT GOVERNANCE AND TRADE) PROJECT IN THE FOREST MANAGEMENT PROCESS AND THE SOCIO-ECONOMIC CONDITION OF THE BUKIT BULAN VILLAGES, SAROLANGUN REGENCY

Erri Hari Wibawa, Dr Ogenis Brilhante

2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Bukit Bulan Kabupaten Sarolangun merupakan daerah perbukitan yang terdiri dari 5 desa (Napal Melintang, Meribung, Mersip, Berkun and Lubuk Bedorong) yang dikelilingi oleh kawasan hutan. Meskipun Bukit Bulan memiliki potensi hutan yang besar tetapi di dalam pengelolaan hutannya masih menghadapi permasalahan. Rendahnya tingkat akuntabilitas dan transparansi, masih terbatasnya keterlibatan masyarakat, LSM dan pihak swasta, lemahnya penegakan hukum dalam pengelolaan hutan menyebabkan rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang berakibat terhadap rendahnya partisipasi masyarakat. Permasalahan lain di Bukit Bulan adalah masih rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Tingginya jumlah keluarga miskin, rentannya jumlah wanita dengan tingkat pendapatan yang rendah, dan masih banyaknya jumlah rumah keluarga yang belum layak huni. Pada tahun 2006 project FLEGT dibangun di daerah tersebut dengan melakukan pendakatan secara co-management. Project ini difokuskan untuk pembinaan, pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia di tingkat desa di dalam pengelolaan hutan yang berdasarkan tata kelola pemerintahan yang baik. Masih belum terlihat dengan jelas apakah keberadaan project FLEGT telah meningkatkan pengelolaan hutan di tingkat lokal dan kondisi social ekonomi masyarakat di Bukit Bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan project FLEGT telah meningkatkan pengelolaan hutan adat Bukit Bulan dan kondisi social ekonomi masyarakatnya. Untuk mengevaluasi pelaksanaan project FLEGT dalam pengelolaan hutan digunakan prinsip dasar co-management yang terdiri dari membangun kepercayaan (Gindl and Wukovitsch, 2003), pembagian wewenang dan tanggung jawab (Pomeroy and Williams, 1994) dan kesetaraan dan kebersamaan (Feyerabend et al, 2000), dan untuk mengetahui sejauhmana dampak social ekonominya dilakukan evaluasi berdasarkan teori yang disampaikan oleh Gilfin (1995) dan Edwards (2005). Tipe penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan strategi yang digunakan adalah survey. Pengumpulan data dilakukan melalui survey lapangan dan dianalisa menggunakan kerangka kerja seperti yang disebutkan pada paragraf sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa project FLEGT membawa hasil yang positif terhadap peningkatan pengelolaan hutan di tingkat local. Tiga indicator yaitu membangun kepercayaan, pembagian wewenang dan tanggung jawab, kesetaraan dan kebersamaan menunjukan adanya peningkatan. Secara umum, dampak project FLEGT membawa dampak positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Hal ini terindikasi lima dari tujuh indicator yaitu pendapatan, pendidikan, hubungan antara institusi, konflik dan kesenjangan sosial, dan penguatan kearifan local menunjukan hasil adanya perubahan positif sedangkan dua indicator lainnya tidak berpengaruh. Kesimpulan akhir dari penelitian ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa pelaksanaan project FLEGT telah meningkatkan manajemen pengelolaan hutan di tingkat lokal dan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Bukit Bulan Kabupaten Sarolangun.

Bukit Bulan Sarolangun Regency is a hilly area that consists of five villages (Napal Melintang, Meribung, Mersip, Berkun and Lubuk Bedorong) and is surrounded by forest. Even though Bukit Bulan has great potential of forest, it has still faced problems in forest management. Low level of transparency and accountability, limited involvement of community, NGO and private sectors, as well as lack of law enforcement in forest management lead to a low level of trust of the community to the government, so that the community has participated in forest management in low level. Other problem in Bukit Bulan is its community welfare. The high number of poor households, women with economic vulnerability, and improper housing are some problems. In 2006 FLEGT project was established in that area using co-management approach The project was focused on coaching and empowerment of the communities at the village level in forest management regarding the principles of good governance. It has not been clear whether the FLEGT project has improve the local forest management and socio-economic condition in Bukit Bulan. The aims of the research is to find out if the implementation of the FLEGT project has improved the management of the Bukit Bulan indigenous forest and the social economic conditions The assessment of the project implementation used the framework of comanagement principles namely building trust (Gindl and Wukovitsch, 2003), sharing of power and responsibility (Pomeroy and Williams, 1994) and equity and togetherness (Feyerabend et al, 2000), and socio-economic impact was assessed using the framework given by Gilfin (1995) and Edwards (2005). The type of research was descriptive and the research strategy used was survey. The data were collected through fieldwork and analyzed using the framework mentioned. This research found that the FLEGT project conveyed a positive result as the project improved local forest management. Three of indicators namely trust building, sharing power and responsibility, and equity and togetherness were used to show that there was improvement. Generally, impact of the project carried positive benefits on socio-economic condition of the community. It is indicated by five out of seven indicators namely income, education, institutional relation, social class gap and conflict, and strengthening local wisdom. Two other indicators were not significantly influenced. The final conclusion of this research supports the hypothesis that the implementation of FLEGT project has improved the local forest management and the socio-economic of the community in Bukit Bulan Sarolangun Regency.

Kata Kunci : FLEGT project, co-management, socio-economic impact, community participation, Sustainable Forest Management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.