Laporkan Masalah

EVALUASI STRUKTUR BANGUNAN HOTEL AMBARRUKMO PADA KONDISI SEBELUM DAN SETELAH RETROFIT TERHADAP PETA GEMPA 2010

Fajar Purwoko, Ir. Suprapto Siswosukarto, Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Potensi gempa di Yogyakarta yang sebelumnya termasuk dalam zonasi gempa 3 sesuai dengan SNI 1726-2002 dengan percepatan puncak batuan dasar mencapai 0,15g telah dirubah menjadi 0,3g – 0,4g sesuai dengan Peta Zonasi Gempa 2010 untuk probabilitas terlampaui sebesar 10% dalam 50 tahun yang sesuai dengan gempa kala ulang 475 tahun, sehingga kerentanan atau resiko terhadap kerusakan bangunan akibat gempa menjadi lebih besar. Pengoperasian kembali Hotel Ambarukmo pada tahun 2011 untuk sarana umum seharusnya didasarkan pada suatu penelitian mengenai kinerja bangunan terhadap ketentuan/standar terbaru. Adapun tujuannya penelitian kinerja bangunan ini adalah untuk mengetahui tingkatan kinerja (Performance Level) untuk tingkatan resiko gempa kala ulang 72 tahun, 475 tahun dan 2475 tahun menggunakan peta gempa 2010. Selain kinerja bangunan efektifitas retrofitting tentunya perlu untuk dikaji dalam suatu penelitian. Retrofitting yang telah dilakukan oleh konsultan perencana berupa grouting dan penambahan CFRP (Carbon Fibre Reinforced Polymer) untuk meningkatkan kapasitas kekuatan momen balok. Prosedur evaluasi terlebih dahulu dilakukan dengan pengumpulan data yang berupa gambar perencanaan, data material yang diuji di lapangan, dan beberapa data yang terkait. Bangunan dimodelkan dengan menggunakan bantuan program SAP 2000 V.11.0.0 yang dianalisis menggunakan metode strength based design (linear analysis) dan static non linear analysis. Strength based design menggunakan respon spektra untuk perhitungan gempa linear dengan kala ulang 72, 475, dan 2475 tahun. Hasil analisis tersebut selanjutnya digunakan untuk mencari simpangan (drift ratio) yang terjadi pada bangunan, mengetahui deformasi yang terjadi pada bangunan pengisi, dan kapasitas penampang balok referensi. Sedangkan Performance Based Seismic Design menggunakan prosedur pushover analysis untuk mengetahui tingkatan kinerja yang terjadi pada bangunan tersebut. Analisis linear yang menghasilkan Drift ratio dan kapasitas balok pada kala ulang gempa 2475, 475, dan 72 tahun masih memenuhi syarat dan memenuhi kapasitas tampang yang disyaratkan, sehingga penggunaan CFRP yang telah dilakukan seperti disampaikan oleh Konsultan Perencana PT.Gistama hanya berfungsi untuk membatasi lebar dan penyebaran retak. Analisis non-linear dengan metode ATC-40 memberikan nilai kinerja immediate occupancy untuk semua kondisi bangunan, sedangkan analisis non-linear yang dilakukan dengan metode FEMA 356 terjadi perbedaan pada gempa 2475 tahun yaitu pada kondisi beberapa bagian bangunan mengalami retak dengan menghasilkan kinerja bangunan D (>Collapse) sedangkan pada saat kondisi setelah di retrofit kinerja bangunan dapat mencapai tingkatan Life Safety, hal ini menunjukkan retrofit berupa CFRP akan memberikan kinerja yang lebih baik, namun tentunya pemasangan harus dilaksanakan dengan benar.

Based on SNI 1726-2002, Yogyakarta seismic zone is in zone 3 which had peak ground acceleration 0,15 g. Indonesia last seismic map that published in 2010, Yogyakarta peak ground acceleration had reached 0,3-0,4 g for 10% probability exceeded in 50 years, so the risk of damage of the building caused by earthquake have increases. Reoperated Ambarrukmo Hotel in 2011 for public service building should be researched with Performance Building Method with last codes. The objective for performance method is to know the performance level of a building with seismic probability 72, 475, and 2475 years based on last Indonesia seismic map. In addition of building performance, the effectiveness of retrofitting would need to be assessed in further research. the retrofitting has been done by consulting firm which are installation of grouting and CFRP (Carbon Fibre Reinforced Polymer) to increase strength capacity of beam. First step for this evaluation procedure was data collecting, which would be in the form of Detail Engineering Design Drawing, specification of structure material, etc. This Building modeled with SAP 2000 V. 11.0.0 (Structural Analysis Program) and analyzed with strength based design (linear analysis) and static non linear analysis. Linear seismic analysis for strength based design use response spectrum method to calculate seismic demand for the bulding with seismic probability 72, 475, and 2475 years. The result of this analysis to gain the deformation information of the building such as drift ratio, masonry deformation, and referenced beam capacity. Non-linear seismic analysis for performance based seismic design use pushover analysis method to gain the information of building performance level. Drift ratio and beam capacity was passed the requirement and satisfied for strength capacity which analyzed with linear analysis for 72, 475, and 2475 years seismic probability, so the objective of CFRP installation that presented by building consulting firm PT.Gistama to give the crack limitation and reduce the crack distribution. on the other hand non-linier analysis which have done with FEMA-356 method gave a different result for crack condition in 2475 years earthquake design level which performance level is D (>Collapse) and had a better performance level which is Life Safety for retrofitted building, this conclude that CFRP retrofitting contributed a better performance for the building, but the installation must be carried out correctly

Kata Kunci : Peta Gempa 2010, linear dynamic analysis, non-linear static analysis, ASCE7-10, CFRP


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.