Laporkan Masalah

Analisis Strategi Bersaing Pengembang Perumahan di Industri Properti Studi pada PT. X

Yohanes Gandung Waluyo, Dr. Agus Setiawan, M.Soc.Sc.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Strategi untuk meningkatkan daya saing suatu organisasi menjadi salah satu bagian yang sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Industri properti di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi dengan tingkat persaingan yang sangat ketat. Zhang et al. (2009), menyatakan bahwa industri properti merupakan industri yang penuh risiko, memerlukan cadangan lokasi tanah yang diinginkan dan modal yang besar. Porter (1989) menyajikan dua faktor penting yang mempengaruhi keunggulan daya saing bagi pengembang properti yaitu: biaya yang rendah dan diferensiasi. Evaluasi strategi dilakukan dengan 3 tahapan yaitu: (1) Tahap pemasukan: untuk dapat melakukan audit internal dan eksternal terhadap perusahaan dengan mengunakan alat ukur: EFE Matrix, IFE Matrix, Competitive Profile Matrix; (2) Tahap mencocokkan: Untuk menentukan apakah strategi yang dijalankan perusahaan sudah sesuai dengan kondisi perusahaan pada saat ini dengan mengunakan alat ukur: SWOT Matrix, BCG Matrix, SPACE Matrix dan Internal- External Matrix; (3) Tahap memutuskan strategi yang diambil dengan mengunakan alat ukur QSPM. Penelitian ini adalah merupakan penelitian yang bersifat kualitatif yang didukung oleh data - data penelitian kuantitatif dan data sekunder yang diperlukan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) studi pustaka/literatur; (2) pengumpulan data lapangan dengan survey, dan; (3) wawancara. Untuk mempermudah penentuan bobot yang akan digunakan akan digunakan sebagai data dalam IFE Matrix, EFE Matrix, CPM, IE Matrix dan QSPM mengunakan metoda AHP. Hasil penelitian EFE Matrix didapatkan hasil sebesar 2,840, IFE Matrix= 2,700 dan CPM=3,163. Dan berdasarkan skala pengukuran yang berkisar antara 0,000 s/d 4,000 maka diperlukan upaya perusahaan untuk dapat meningkatkan respon terhadap faktor - faktor eksternal dan meningkatkan kekuatan utama dan mengurangi kelemahan utama agar bisa meningkatkan IFE Matrix dan EFE Matrix. Hasil nilai Kompetitif yang berada dibawah rata - rata adalah: (1) Kualitas bangunan sebesar 2,625; (2) Lokasi perumahan yang strategis =2,500; (3) Serah terima tepat waktu = 1,875; dan (3) harga yang kompetitif = 2,750. Dengan mengunakan perhitungan QSPM maka dapat disimpulkan bahwa strategi yang paling sesuai dengan kondisi PT.X adalah Penetrasi Pasar. Perlunya peningkatan kualitas bangunan, ketepatan serah terima, peningkatan nilai lokasi dan membuat harga menjadi lebih kompetitif agar dapat meningkatkan profil kompetitif perusahaan sehingga mempunyai posisi yang lebih baik dibandingkan dengan para pesaing - pesaing utamanya.

Strategies to improve the competitiveness of an organization into one part that is essential for a company to grow and sustainable development. Property industry in Indonesia in recent years have high growth rates with high level of competition. Zhang et al. (2009), stated that the property industry is a risky industry, require that the desired location of the land reserves and big capital. Porter (1989) presents two important factors that influence the competitive advantage for property developers is: low cost and differentiation. Evaluation of the strategy carried out by three stages: (1) Input stage: to get the data that needs taken by measuring tools: EFE Matrix, IFE Matrix, Competitive Profile Matrix (2) Matching stage: to determine whether the strategy that the company is in conformity with the conditions of the company taken by measuring tools: SWOT Matrix, BCG Matrix, SPACE Matrix, and Internal- External Matrix; (3) The Decision Stage: strategy taken by measuring tools: QSPM. This research is a qualitative research that is supported by the quantitative data researches and secondary data required. The method of data collection is done by:(1) literature study, (2) field survey data collection, and (3) interviews. To simplify the determination of the weight to be used will be used as data in the IFE Matrix, EFE Matrix, CPM, IE Matrix and QSPM using AHP method. The results obtained with EFE Matrix is 2.840, IFE Matrix=2.700 and CPM = 2700. And based on the measurement scale that ranges from 0.000 to 4.000 will require the company's efforts to improve the response to external factors and increase strength and reduce weakness improve the IFE Matrix and EFE Matrix. The PT. X competitive value results in under the averages: (1) The quality of construction = 2.625 (2) the strategic location of housing = 2.500, (3) The handover time = 1.875; and (3) competitive price = 2.750. Calculation by using the QSPM tool it can be concluded that the best strategy for PT.X is Market Penetration. Need to increase the quality of construction, the precision of the handover, the increase in the value of the location and create a more competitive price in order to enhance the competitive profile of the company so as to have a much better position than main competitors

Kata Kunci : Pengembang perumahan, AHP, IFE Matrix, EFE Matrix, CPM, SWOT Matrix, I-E Matrix, QSPM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.