Pengaruh Investasi Teknologi Informasi terhadap Efisiensi dan Penguasaan Pasar pada Perusahaan Perbankan Studi Kasus Sepuluh Bank Papan Atas Indonesia
Syaiful Effendi, Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A, Ak.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenInvestasi Teknologi Informasi (TI) pada perusahaan perbankan diyakini akan meningkatkan efisiensi dan penguasaan pasar nasabah, baik dari segi Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun pinjaman. Efisiensi perusahaan perbankan dapat diukur dari nilai Beban Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO), semakin kecil nilai BOPO maka semakin efisien perusahaan tersebut. Penguasaan pasar DPK dapat dilihat dari total dana tabungan, giro, dan simpanan berjangka (deposito) yang dimiliki suatu bank dibandingkan dengan total dana tabungan, giro, dan simpanan berjangka semua bank umum. Sementara penguasaan pasar pinjaman adalah total pinjaman yang diberikan suatu bank dibandingkan dengan total pinjaman yang diberikan semua bank umum. Semakin besar penguasaan pasar suatu bank, maka semakin besar network effect yang dimiliki bank tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh investasi TI terhadap efisiensi dan penguasaan pasar, baik dari segi DPK maupun pinjaman. Data penelitian diperoleh dari Laporan Keuangan Publikasi Bank dan Laporan Statistik Perbankan Indonesia perbulan dari Januari 2008 sampai Desember 2011. Sampel penelitian adalah sepuluh bank dengan melewati tahap purposive sample. Metode yang digunakan adalah regresi data panel time series cross section. Hasil penelitian menunjukan investasi TI pada suatu bank berpengaruh positif terhadap efisiensi, yang dapat dilihat dari penurunan BOPO. Investasi TI juga berpengaruh positif terhadap penguasaan pasar DPK dan pinjaman. Terdapat network effect yang telihat dari pengaruh total investasi bank pesaing yang berpengaruh negatif terhadap efisiensi, penguasaan pasar DPK, dan penguasaan pasar pinjaman. Investasi teknologi informasi adalah investasi yang berdampak jangka panjang, hal ini dikarenakan adanya waktu implementasi pada saat pembelian suatu perangkat teknologi informasi.
Investments on Information Technology (IT) in banking companies are believed to improve efficiency and customer market share, both in terms of Third Party Funds (TPF) and loans. Banking firm efficiency can be measured from the Operating Expenses versus Operating Income (BOPO), the smaller the value of BOPO, the more efficient that company. Deposit market share can be seen from the total fund savings, current accounts and savings deposits (deposits) held a bank compared to the total funds savings, current accounts and term deposits of all banks. On the other hand we can see the market share of the loans by calculating total of loans of a bank compared to the total loans given by all commercial banks. The larger the market share of a bank, the greater the network effect of the bank they owned.. The purpose of this research is to examine the effect of IT investments on efficiency and market share, both in terms of deposits and loans. The research data was obtained from the Financial Statements of Banks and Banking Statistics Indonesia monthly reports from January 2008 until December 2011. The samples were ten banks by using a purposive sample phase. The method used is a panel data regression of time series cross section. The results showed that IT investments had a positive effect on bank efficiency, which can be seen from the decrease in BOPO. IT investments also have a positive effect on the market share of deposits and loans. There is a network effect that could be seen from the influence of total investment of a competitor that adversely affect the efficiency of market deposits, and loan market share. Investment in information technology is a long term investment, this is due to the implementation time of a new information technology devices.
Kata Kunci : Investasi Teknologi Informasi, network effect, BOPO, DPK, pinjaman, tabungan, giro, deposito, dan penguasaan pasar