Laporkan Masalah

Identifikasi Faktor-Faktor Pencapaian Produksi Urea Studi pada Pabrik-1 PT Pupuk Kalimantan Timur

Sivera Dian Getrida, Ir, Nurul Indarti, SE, Sivilokonom, Cand. Merc., Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Pada saat penutupan tahun produksi 2011, berdasarkan data dan perhitungan aktual, diketahui bahwa target produksi urea PT. Pupuk Kalimantan Timur tidak dapat dicapai. Penyebab utama adalah produksi pupuk urea Pabrik-1 yang hanya mencapai 70,40% dari target. Dari kelima pabrik penghasil pupuk urea yang ada di lingkungan Pupuk Kaltim, Pabrik-1 memamng merupakan pabrik yang paling tua dengan teknologi proses yang paling lama. Analisa dengan menggunakan diagram tulang ikan (Ishikawa Diagram) memperlihatkan bahwa penyebab yang paling dominan dari masalah ketidaktercapaian produksi tersebut adalah mesin/peralatan dan metode. Faktor tersebut adalah mesin yang rusak karena sudah tua dan aus, suku cadang yang susah didapat serta adanya perbedaan antara kondisi disain dan aktual. Metode juga merupakan salah satu faktor penyebab karena inspeksi yang kurang akurat serta prsedur pengoperasian saat start-up dan shut-down, demikian pula faktor penentuan prioritas penyelesaian dari masalah yang timbul. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu fokus kepada kehandalan peralatan, meningkatkan kemampuan sumber daya inspeksi serta waktu yang cukup dalam pengerjaannya, tidak memaksakan mesin/alat untuk beroperasi lebih daripada kemampuannya, yang akan berakibat pada aus maupun kerusakan serta melakukan penggantian mesin/peralatan yang sering mengalami masalah secara bertahap

At the closing of 2011 production year, based on actual data and calculations, it is known that urea production target of PT. Pupuk Kalimantan Timur could not be achieved. The main cause wa the production of urea fertilizer plant-1 at only 70.40% of the target. from the fifth urea fertilizer plant in East Kalimantan Fertilizer environmental, plant-1 is indeed the oldest plant eith the longest process technology. Analysis by neans of a fishbone diagram (Ishikawa diagram) indicated that the dominant causes oh the unachieved production were machineries/equipments and methods. These were due to broken machines, which were old and timeworn, also actual conditions. The method's factor was another cause i.e. the lack of accurate inspection also operating procedures at start-up and shut-down, as well as the factors determining the priorities solution of problems arising. In order to overcome the problems it is recommended to focus on equipment reliability, increase the ability of inspection resources and give enough time at inspection's process. Equally, do not force the machines/equipments to operate more than their ability, which will result in wear or damage and gradually replace machinery/equipments that often gave problem.

Kata Kunci : produksi, produktivitas, kinerja, diagram sebab akibat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.