The Relationship between Perceived Job Insecurity and Work Engagement mediated by Job Satisfaction: A study in Bank Indonesia
Rahayu Setiowardani, Dr. Tarsisius Hani Handoko, MBA.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenKeterlibatan kerja dapat didefinisikan sebagai sikap positif dan memuaskan terhadap pekerjaan yang dapat digambarkan oleh antusiasme, energik, dan dedikasi. Untuk organisasi, ketelibatan karyawan memiliki arti yang sangat penting karena mereka dapat menunjukkan kinerja yang baik. Banyak aspek mempengaruhi munculnya keterikatan, termasuk persepsi ketidakamanan kerja yang dirasakan dan kepuasan kerja. Periode transisi akan terjadi di Bank Indonesia sebagai akibat dari pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (FSA). Prosedur transfer, hak, dan kesempatan bagi karyawan sehubungan dengan organisasi baru ini masih belum jelas. Kondisi ini menyebabkan rasa tidak aman di antara karyawan yang dipaksa pindah ke FSA. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara persepsi ketidakamanan kerja kuantitatif dan kualitatif dan keterlibatan kerja, yang dimediasi oleh kepuasan kerja. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dan menyebarkan kuesioner untuk pegawai tetap di Bank Indonesia. Responden memiliki masa jabatan minimal 3 tahun dan ditempatkan di Sektor Perbankan dan Tim Pengawasan Bank di Kantor Bank Indonesia. Uji analisis data menggunakan regresi berganda dan regresi hirarkis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi ketidakamanan kerja kuantitatif dan keterlibatan kerja (β = 0,08; t = 1,02; p> 0,05), (2) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi ketidakamanan kerja kualitatif dan keterlibatan kerja (β = 0,37; t = 4,53, p <0,05), (3) Kepuasan kerja tidak memediasi hubungan persepsi ketidakamanan kerja kuantitatif dan keterlibatan kerja, dan (4) Kepuasan kerja menengahi hubungan persepsi ketidakamanan kerja kualitatif dan keterlibatan kerja (β = 0,35; t = 4,85, p <0,05).
Work engagement can be defined as a positive and fulfilling attitude towards job which can be portrayed by enthusiasm, energetic, and dedication. For organization, having engaged employees are essential as they can exhibit good performance. Many aspects influence the emergence of engagement, including perceived job insecurity and job satisfaction. A transition period will be faced by Bank Indonesia as the result of the establishment of Financial Service Authority (FSA). The transfer procedures, rights, and opportunities for the employees regarding to this new organization are still unclear yet. These conditions lead to the insecure feeling among employees who will be forced to be transferred to FSA. Therefore, the purpose of this study is to examine the relationship between perceived job insecurity and work engagement mediated by job satisfaction. Data collection in this study was conducted by using purposive sampling and spreading the questionnaire to permanent employee at Bank Indonesia. Respondents have tenure at least 3 years and are placed in Banking Sector and Bank Supervision team at Bank Indonesia Regional Offices. Test analysis of the data used multiple regression and hierarchical regression. The results showed that: (1) There is no significant relationship between perceived quantitative job insecurity and work engagement (β=0.08; t=1.02; p>0.05); (2) There is a significant positive relationship between perceived qualitative job insecurity and work engagement (β=0.37; t=4.53; p<0.05); (3) Job satisfaction does not mediate the relationship between perceived quantitative job insecurity and work engagement; and (4) Job satisfaction mediates the relationship between perceived qualitative job insecurity and work engagement (β=0.35; t=4.85; p<0.05).
Kata Kunci : keterlibatan kerja, persepsi ketidakamanan kerja kuantitatif, persepsi ketidakamanan kerja kualitatif, dan kepuasan kerja