Laporkan Masalah

How to Maximize Wealth Growth and Accumulation to Save Financial Issue Mr. Piyau

Muhammad Sani Indawan, Prof. Dr. Tandelilin Eduardus, M.B.A.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Jumlah orang kaya saat ini meningkat secara signifikan, tepatnya untuk orang yang memiliki kekayaan bersih sekitar atau lebih dari US $ 1 juta. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya. Pada dasarnya orang-orang kaya menghadapi jenis masalah keuangan seperti bagaimana menjaga aset mereka, melindungi kekayaan mereka dari inflasi dan sebagainya. Pada penelitian ini Mr Piyau mengalami masalah bagaimana memaksimalkan aset-aset yang dimiliki karena sebagian dari asset beliau hanya diinvestasikan ke properti yang dapat dikategorikan kurang likuid dan tidak produktif. Disamping itu kondisi ini menyebabkan klien melewatkan kesempatan untuk berinvestasi diinstrumen investasi yang lebih likuid, di mana keuntungan yang lebih tinggi mungkin dapat diperoleh. Penelitian ini memfokuskan pada strategi untuk memaksimalkan pertumbuhan kekayaan bagi klien yang digolongkan sebagai individu yang memiliki kekayaan yang tinggi (HNWI) yang berdasarkan toleransi risiko klien, data keuangan, kendala keuangan dikarenakan manajemen kekayaan adalah bagian dari manajemen keuangan yang secara pribadi ditunjuk untuk orang kaya untuk mengelolah dan memberikan nasihat mengenai aset kekayaan bersih dan rekomendasi yang diberikan diharapkan tidak hanya memenuhi keuntungan yang diharapkan tetapi juga sesuai degan tingkat risiko dapat mentolerir oleh klien. Rekomendasi tersebut harus memberikan solusi untuk masalah klien dalam mengalokasikan aset kurang likuid dan kurang produktif untuk berinvestasi ke asset lebih menguntungkan. Dari data keuangan klien ada kelemahan keuangan yang dapat diidentifikasi diantaranya kelemahan pada neraca dan laporan arus kas yang disebabkan rendahnya diversifikasi aset yang menghasilkan korelasi positif dari asset-aset sehingga tidak bisa memaksimalkan tingkat retur portofolio. Terlebih lagi dalam hal berinvestasi uang kliennya tidak pernah dan tidak tahu tentang profil risiko dirinya sehingga hanaya berinvestasi pada tabungan. kondisi ini sebenarnya tidak sesuai untuk orang yang memiliki toleransi risiko konservatif moderat seperti klien. Ada tiga alternatif yang diusulkan oleh penulis ke klien. Ketiga alternatif tersebut memberikan persentase pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja portofolio kekayaan saat ini dan telah mengikuti proporsi aset keuangan menurut Wealth Management yang disesuaikan dengan profil risiko klien. Setelah diskusi dengan klien, alternatif yang paling dipilih adalah alternatif nomor 3 karena alternatif tersebut tidak hanya memiliki kinerja terbaik berdasarkan koefisien variasi dan rasio Sharpe tetapi juga memberikan pertumbuhan tertinggi terhadap kekayaan bersih. Kekayaan bersih klien setelah satu tahun pelaksanaan akan meningkat menjadi Rp16, 637,195,000.00 atau meningkat sebesar 17,88% dari nilai bersih saat ini, sementara surplus klien setelah satu tahun pelaksanaan dari alternatif nomor 3 meningkat menjadi Rp611, 475.000 atau meningkat sebesar 88,274%.

Number of wealthy people increases significantly, in which their net worth is around or more than US$ 1 million. This number forecasted will increase faster than economic growth in Indonesia. These wealthy people facing kinds of financial issues such as how to maintaining their asset, protect their wealth from the inflation and so on. In this research Mr. Piyau having issues related how to maximizing his assets since most of them are invested into less liquid and un-productive property. In the other side, this condition bring the client missing opportunity to invest his wealth within more liquid instrument, in which higher return might can be received. This study focuses on the strategy of maximizing wealth growth for a HNWI client based on the client’s risk tolerance, financial data, financial goals constraints, because wealth management is a part of financial management which is personally appointed to the people at least in term of maintaining and advising net worth assets, meaning the recommendation given to the client wished not only fulfill the expected return but also the degree of risk that the client can tolerate. The recommendation should provide solution to the client’s problem in dealing with shifting his less liquid and unproductive assets in to more profitable investment. From client’s financial data there are financial weaknesses that can be identified. Financial issues that can be identified are classified into a weakness of client’s balance sheet and statement of cash flow, in which the result of low diversified types of assets and those assets have positive correlation so that return of portfolio cannot be maximized. Furthermore, in term of investing his money the client never and do not know about his personal risk profile/tolerance so his financial asset only invested on saving account. Furthermore, this condition actually not appropriate for the person who has conservative moderate risk tolerance. There are three alternatives proposed by the author to the client. The three alternatives provide higher percentage of return compared to current wealth portfolio’s performance and has followed the financial asset proportion defined by Wealth Management software that is adjusted to client’s risk profile. After having a discussion with the client, the most preferable alternative is alternative number 3 since the alternative number 3 not only has the best performance based on coefficient of variation and Sharpe ratio but also provides highest net worth growth. Client’s net worth after one year of implementing alternative number 3 will increase became Rp16,637,195,000.00 or in the other word increased by 17.88% from current net worth, while client’s surplus after one year of implementing alternative number 3 would like to increase his surplus up to will increase to Rp611,475,000 or increased by 88.274%.

Kata Kunci : Wealth Management, HNWIs, Profil resiko, wealth alternatif portfolio


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.