Laporkan Masalah

Rencana Pengembangan Bisnis PT Negakom dengan Produk Mobile Banking untuk Lembaga Keuangan Mikro (LKM)

Muhammad Nurhasan MA, Boyke Rudy Purnomo, SE, MM.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) sebagai Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang melayani kalangan eknonomi menengah ke bawah, tidak lepas juga dari baiknya layanan yang diberikan pada anggota ataupun pelanggannya secara akuntabilitas, layaknya bank konvensional. Seringkali kejadian antara laporan keuangan dan uang yang disetor tidak sama, ini membuka peluang untuk penyediaan produk mobile banking bagi LKM dengan harga murah dan standar layaknya bank konvensional. Dari data jumlah LJK seperti BPR, koperasi, BMT, BMD yang sangat banyak, maka diperlukan pengembangan bisnis PT Negakom agar lebih cepat menjangkau pasar dan bermanfaat untuk LKM. Faktor kunci sukses keberhasilan dalam pengembangan bisnis PT Negakom adalah biaya yang murah dan kemampuan membina hubungan baik dengan pelanggan, rekanan, dan komunitas LKM sehingga strategi persaingan yang paling sesuai untuk diterapkan adalah strategi cost leadership dan CRM yang melebihi ekspektasi dari pelanggan. Pengembangan bisnis PT Negakom perlu dikembangkan karena menurut analisis kelayakan investasi dengan metode arus kas dengan asumsi faktor diskonto sebesar 20% didapatkan nilai dari parameter-parameter kelayakan investasi sebagai berikut: NPV sebesar Rp. 6.128.376.519, IRR sebesar 1537%, PI sebesar 38 dan POT sebesar 0.41 tahun. Dan bila dilakukan pengukuran tingkat profitabilitas perusahaan juga didapatkan tingkat profitabilitas rata-rata perusahaan dalam 5 tahun operasi perusahaan didapatkan profitabilitas sebesar 43.22% dan ROI=ROE sebesar 36.23%. Dari nilai-nilai tersebut diatas, bisa diketahui bahwa bisnis mobile banking ini sangat menguntungkan sekali.

Microfinance Institutions (LKM) as the Institute of Financial Services (LJK) serving lower middle class economy, can not be separated from the services provided to members or customers in accountability, like conventional banks. Often a mismatch between the financial statements and the money paid is not the same, it opens up opportunities for the provision of mobile banking product for Microfinance Institutions with cheap price and standards like conventional banks. The amount of data that a lot of LJK, such as BPR, cooperatives, BMT, and BMD, so it would require the development of PT Negakom in order to reach the market faster and useful for Microfinance Institutions. Key success factors of success in business development of PT Negakom is cost leadership and ability to establish good relations with customers, partners, and Microfinance Institutions community so competitive strategy most suitable to be applied is the cost leadership strategy and CRM that exceed the expectations of customers. Development of PT Negakom should be developed because according to a feasibility analysis of investment cash flow method, assuming a discount factor of 20%, the value of the investment feasibility parameters as follows were obtained: NPV of Rp. 6.128.376.519, IRR being 1537%, PI of 38 and POT at 0.41 years. And when it is done measuring the profitability of the company, the average level of profitability of the company in 5 years were also obtained; the company's operating profitability was 43.22% and ROI=ROE of 36.23%. Of the values mentioned above, we know that the mobile banking business is very profitable.

Kata Kunci : mobile banking, CRM, strategi cost leadership, kelayakan investasi dan profitabilitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.