Laporkan Masalah

Analisis Strategi Bersaing Unit Usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) PDAM Kota Bandung.

Karina Nur Dianingsih, Mahfud Solihin, M.Acc., Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi usaha AMDK PDAM Kota Bandung dalam menghadapi persaingan ketat dalam industrinya. Identifikasi faktor-faktor eksternal dan internal kemudian digunakan untuk merumuskan strategi-strategi bersaing yang sesuai dengan kondisi lingkungan pada saat ini dan masa mendatang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan, pengisian kuesioner, serta wawancara dengan pihak unit bisnis AMDK PDAM Kota Bandung dan pihak lain yang terkait dengan industri AMDK yaitu Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN). Data dan informasi kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menentukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Tahap selanjutnya adalah menyusun matriks EFE, matriks IFE, matriks IE, matriks SWOT, dan QSPM, sebagai metode analisis yang digunakan untuk menentukan alternatif strategi terbaik bagi perusahaan. Hasil analisis matriks EFE dan IFE menunjukkan total skor rata-rata masing-masing adalah 3,034 dan 2,391, dimana menunjukkan posisi perusahaan pada matriks IE di kuadran kedua, yaitu posisi tumbuh dan membangun (grow and build). Alternatif strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT ada enam, yaitu: (1) meningkatkan manfaat lokasi usaha AMDK yang strategis yaitu di tengah kota untuk meraih konsumen yang potensial, (2) menambah investasi modal untuk keperluan perbaikan sarana dan prasarana pabrikan dan kegiatan pemasaran yang atraktif, (3) mempertahankan harga produk, (4) meraih peningkatan pangsa pasar dengan strategi promosi yang menarik dan kreatif menggunakan media dan teknologi informasi, (5) menata operasional produksi, pendistribusian serta meningkatkan cakupan jalur distribusi, dan (6) Meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memperkuat brand image terhadap merek Hanaang dan Watermed. Berdasarkan hasil QSPM, alternatif strategi yang terbaik yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memperkuat brand image terhadap merek Hanaang dan Watermed. Strategi yang dapat diterapkan terutama adalah memaksimalkan kegiatan pemasaran dimulai dari lokal kota Bandung dan sekitarnya, membenahi hubungan kerjasama dengan organisasi-organisasi perangkat daerah Kota Bandung dan sekitarnya, peningkatan efisiensi dan efektifitas biaya serta peningkatan pendapatan sebagai usaha untuk mempertahankan harga bersaing untuk merebut pasar potensial, dan kegiatan promosi above the line dan below the line untuk memperkuat brand image produk AMDK PDAM Kota Bandung.

This study aimed to identify factors that influence the external and internal business of AMDK PDAM Bandung City in the face of tough competition in the industry. Identification of external and internal factors then used to formulate competitive strategies according to environmental conditions in the present and future. The study was conducted using the method of observation, filling out the questionnaire, and interviews with business unit AMDK PDAM Bandung City and other parties associated with the bottled water industry, Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN). Data and information was then analyzed descriptively to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats. The next stage is to develop EFE matrix, IFE matrix, the matrix IE, SWOT matrix, and QSPM, as a method of analysis used to determine the best strategic alternatives for the company. The result of EFE and IFE matrix analysis showed an average total score of each is 3.034 and 2.391, which indicates the company's position in the IE matrix is in the second quadrant, which is grow and build position. There are six alternative strategies resulting from the SWOT matrix, namely: (1) increase the benefits of strategic business location in the middle of the city to reach potential customers, (2) increase the capital investment to improve infrastructure manufacturers and attractive marketing activities, (3) maintain the price of the product, (4) achieve increased market share with attractive promotional strategies and creative use of media and information technology, (5) managing manufacturing operations, distribution, and increase the scope of distribution channels, and (6) improve the ability of firms to strengthen the brand image of the product, Watermed and Hanaang. Based on the results QSPM, the best alternative strategy that can be done is to increase the company's ability to strengthen the brand image of the brand, Watermed and Hanaang. Strategies that can be applied primarily to maximize local marketing activities starting from the local city of Bandung and its surroundings, established the relationship of cooperation with the organizations of the city of Bandung and its surrounding areas, improved efficiency and cost effectiveness as well as increased revenue in an effort to maintain competitive pricing to grab potential market, and set the promotional activities with above the line and below the line method to reinforce the brand image of the AMDK PDAM Bandung City.

Kata Kunci : strategi bersaing, matriks EFE, matriks IFE, matriks IE, matriks SWOT, QSPM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.